|
20
Untuk menganalisi
dampak
Seni
medal
terhadap
popularitas
seniman
dalam
studi
kasus
Wayang Kulit
"Cenk
Blonk"
menggunakan
beberapa
konsep
dan
teori.
Konsep-
konsep
itu adalah
teknologi
media rekam, seni pertunjukan, Wayang Kulit
"Cenk Blonk".
Konsep
sangat
dipentingkan dalam membangun
teori.
Sebuah
teori
hanya
dapat
dibangun
apabila
telah
ada
pemahaman
konsep-konsep
serta
diketahui
cara
p
en er ap an n y a.
D
an
teo r i
y
an g
d
ig u n ak an
u
n
tu k
men g an alis is
bentuk,
fungsi
dan
makna, Wayang Kulit
"Cenk
Blonk"
dalam
Media
Rekam
yakni
teori
estetika,
teori
teknoekonomi,
teori
SDR
(Stimulation-Drive-Response),
dan
teori
komunikasi.
Metode
yang
digunakan
adalah
metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi.
Hubungan Popularitas seniman (dalang wayang kulit) dengan seni
media dapat dianalisis
dengan
menggunakan teori Stimulation Drive Response (SDR), teon Need for Achievement
(N-Ach), teori tekno ekonomi dan teori komunikasi. Secara matematis hubungan popularitas
seniman dengan seni
media dapat dituliskan seperti persamaan berikut:
P
op
~
D
P
op
~
P
L
P
op
=
k(D
k
+P1)
Pop adalah popularitas seniman, Dk adalah daya kreativitas, PI adalah penyebarluasan,
dan
konstanta
k
adalah
dorongan
untuk
berprestasi.
Arti
dan
persamaan
diatas
adalah
popularitas
seniman
(Pop) berbanding
lurus
dengan
daya
kreativitas
(Dk)
dan
penyebar
luasan karyanya (PI). Artinya semakin besar Dk, dan atau PI serta dorongan untuk
berprestasi
(k)
maka
popularitas
seniman
semakin
meningkat.
Dorongan
berprestasi
dan
|