|
40
Sudamala,
memakai cerita
Durga
yang
diruwat
oleh
Sahadewa.
Menurut
I
Nyoman
Sumandhi,
sebelum
tahun
60-an
pertunjukan
wayang
sudah
banyak
mengarah
pada
dunia
hiburan.
Misalnya,
kehadiran
Wayang
Buduk
dengan
dalang
113
Ngurah.
DI
samping
sarat dengan
filsafat, dipadukan
de-ngan
unsur-unsur
modem yang
bersifat
kekinian.
DI
sisi
lain
pertunjukan
wayang
ini
juga
menampilkan banyolan
sehingga
sibuk
meladeni
penanggap.
Demikian
pula Dalang
Jagra
dari
Bongkasa
yang
khas
dengan
Wa-yang
Ramayana
dan
Wayang
Bangli
khas
dengan
lelucun
dan
tafsiran
nomer
lotre
(buntut).
Perkembangan
kemudian, muncul
Wayang
Aria
dan
Wayang
Tantri
dengan
binatang
sebagai
tokoh
sentral,
serta
Wayang
Wakul
yang
memasukkan
unsur
modem
se-perti
ada
kapal
udara
dan
robot
ke
dalam
tokoh-tokohnya,.
DI
tahun
90-an dikejutkan
dengan
munculnya wayang Cenk Blonk yang sangat inovatif.
Dalam pentasnya, diiringi oleh puluhan pendukung serta berbagai
elemen
gamelan Bali.
Menjadi
khas
adalah dua
tokoh
punakawan
Cenk
dan
Blonk
yang
secara kocak
melontarkan
keadaan
masa
kini.
Estetika
betul-betul menjadi
kebutuhan utama
sehingga
lampu, soundsystem, dan efek suara alam betul-betul ditata.
Wajarlah dalam belasan
tahun
terakhir
ini,
Cenk
Blonk
menjadi
pertunjukan
wayang
terlaris
di
Bali.
Sebab,
untuk
bisa
menanggap
harus
memesan
5
-
9
bulan
sebelumnya
dan
upahnya
berkisar
antara
Rp
8
hingga Rp 9 juta.(BTN/015)
Wayang Gaul Munculkan Minat Masyarakat
Denpasar
-
Tak
dipungkiri,
saat
ini
pentas
kesenian
tradisional
seperti
wayang
sudah
kurang diminati
masyarakat, terutama kaum
muda. Justru sebaliknya, pementasan wayang
|