Home Start Back Next End
  
22
keadaan yang tidak diundang dapat menyebabkan kekotoran dan keadaan tersebut harus
dihilangkan dengan tindakan pencegahan atau dengan ritual penyucian.
Ama-tsu
tsumi.
Berkaitan
dengan
Ama-tsu-kami atau
dewa
surga
(heavenly
kami),
terdapat
Ama-tsu-tsumi
atau
kekotoran
surga
(heavenly
impurities). Ini
adalah
perlambangan
dari
perilaku
buruk
kami
bintang,
Susano-o-no-mikoto, yang
sangat
bertentangan dengan Amaterasu.
Kuni-tsu-tsumi. Berkaitan
dengan
Kuni-tsu-kami
atau
dewa
bumi
(earthly
kami),
terdapat
Kuni-tsu-tsumi atau
kekotoran bumi
(earthly
impurities). Hal
ini
termasuk
terluka sampai
meninggal, perilaku
yang tidak
sopan,
penggunaan ilmu
hitam, penyakit
menular
tertentu, kerusakan
yang disebabkan oleh burung-burung
yang
merugikan, luka
(kega), dan
hal-hal
lainnya di
luar kendali
manusia. Manusia secara
moral bertanggung
jawab
atas
beberapa
hal
ini,
tetapi
kebanyakan tidak.
Kekotoran
(impurities)
di
Jepang
termasuk
pada
hal-hal
yang
terjadi
pada
masyarakat,
yang
dapat
membahayakan hidup
mereka.
Magatsubi-no-kami. Ada
juga
godaan
dari
Magatsubi-no-kami (dari
daratan
Yomi)
yang pengaruhnya hanya dapat dihilangkan oleh dewa penyucian (naobi-no-kami).
2.4.3.2 Konsep Oni Dalam Shinto
Menurut
Tanaka
(1997
:
339),  
figur
oni
menyerupai
manusia,
tetapi
oni
memiliki
tanduk
seperti
kerbau
dan
cakar
seperti
macan, oni
memiliki mulut
yang
lebar
dan
memakai
kostum
yang
terbuat
dari
kulit
macan.
Zaman
dahulu
dikatakan
bahwa
oni
dapat
memakan manusia dan karakter
mereka sangat bengis, kekuatan yang dahsyat, dan
berani. Kami
yang bersifat kuat,
seperti; kami angin dan
halilintar, digambarkan sebagai
oni.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter