|
24
2.4.4.1 Harai (Penyucian)
Berbagai
macam
tindakan
ritual
dilaksanakan
dengan
tujuan
untuk
menghilangkan
segala
jenis
kontaminasi atau
keadaan
tercemar
baik
secara
fisik
maupun
batin,
menghindari kesialan,
mencegah
bencana
dan
malapetaka,
dan
mematahkan
kutukan
magis.
Kekotoran tersebut
dapat
timbul
melalui
berbagai
cara.
Kekotoran
dapat
timbul
karena
adanya
kontak
dengan
kekotoran
secara
fisik,
penyakit
maupun
penyakit
yang
diberikan
oleh
kami
sebagai
hukuman
atas
suatu kesalahan,
atau
yang
disebabkan oleh
roh
jahat.
Segala
jenis
kekotoran
tersebut
harus
dihilangkan dengan
ritual
penyucian
(Holtom, 1995 : 29).
Satu-satunya
cara
untuk
menghilangkan
tsumi
adalah
penyucian,
atau
disebut
juga
oharai. oharai memiliki tiga bentuk dasar;
1.) Harai
dilakukan
oleh
pendeta
dengan
menggunakan
harai-gushi,
kertas
pita
wasiat
yang
secara
simbolik
memercikan
seluruh
tempat
dan
orang
tersebut
untuk disucikan.
2.)
Misogi
melibatkan
tindakan
pemercikan
air
dengan
tangan
di
dalam
sebuah
ember kecil, dengan
mandi di sungai atau
laut, atau dengan berdiri di bawah air
terjun yang mengalir.
3.)
Imi
melibatkan
menghindari
kata-kata
atau
tindakan
tertentu.
Contoh,
kata
kiru
(memotong) seharusnya tidak
boleh
diucapkan pada
saat
upacara
pernikahan.
Kata deru (keluar) juga merupakan kata yang tabu (Picken, 1994 : 172).
Penyucian
dilakukan
untuk
menghilangkan
semua
polusi,
ketidakbenaran,
dan
roh
jahat
yang
mungkin
membahayakan
kehidupan
manusia.
Penyucian
dapat
dilakukan
oleh para umat ataupun oleh pendeta (Ono, 1998 : 51 52).
|