|
25
Menurut
Picken
(1994
:
172-174),
para
pendeta
melakukan banyak
macam
ritual
penyucian
sepanjang tahun,
salah
satunya
adalah
yaku-barai.
Yaku-barai
merupakan
upacara
untuk
menentramkan kami
yang
membawa
masalah,
atau
penyucian
seseorang
untuk
menghindari tahun
yang kerap kali
terjadi bencana. Kadang-kadang diterjemahkan
juga
sebagai
pengusiran roh
jahat.
Orang
Jepang
percaya
pada
kenyataan
adanya
ketidakberuntungan dan
malapetaka kemudian
mereka
mencoba
untuk
mencegah hal
ini
dengan melakukan upacara penyucian.
2.4.4.2 Shinsen (Persembahan)
Kami
disambut
dalam
komunitas
masyarakat
dan
oleh
masyarakat,
dan
kemudian
persembahan
disajikan.
Persembahan
tersebut
disebut
dengan
shinsen.
Persembahan
yang biasanya diletakkan di atas meja altar adalah
garam, sake, air, mochi,
ikan
(biasanya
ikan
tai),
rumput
laut
(konbu),
sayuran,
buah
dan
padi-padian. Bahan
persembahan dapat
terdiri dari
berbagai
macam objek. Simbol persembahan
yang
biasa
digunakan adalah
sakaki,
dan
gohei. Berbagai
macam bentuk
hiburan
juga dapat
diartikan
sebagai
salah
satu
bentuk
persembahan
kepada
kami,
seperti;
drama,
musik,
tarian, sumo, dan panahan.
2.4.4.3 Norito (Doa)
Menurut
Picken
(1994
:
175-179),
Oharai
disertai
dengan
pembacaan
norito
yang
ditujukan pada
kami,
terdiri
dari
kata-kata
khusus
yang
disusun
dalam
suara
yang
menyenangkan. Hal
ini
berasal
dari
kepercayaan
pada
kotodama,
kekuatan
mistik
dan
spiritual
yang
terletak
dalam
kata-kata.
Kepercayaan
pada
kotodama
ini
berdasarkan
pada
kepercayaan
Jepang
kuno
yang
mempercayai
bahwa
kata-kata
yang
indah
dapat
|