|
29
memohon
untuk
keberhasilan
panen),
untuk
mengucapakan
terima
kasih
kepada
para
dewa, jenis
lainnya yaitu;
untuk
mengusir penyakit dan bencana alam. Ada pula matsuri
yang
bersifat
serius
dan
khusyuk
tetapi
ada
juga
yang
meriah.
Matsuri
pada
dasarnya
adalah
festival
suci.
Sebagian
di
antaranya berasal
dari
upacara
penanaman padi
dan
upacara
kesejahteraan spiritual
penduduk
setempat.
Festival
atau
upacara
seperti
ini
diambil dari
ritus-ritus Shinto
kuno
yang
bertujuan
untuk
mendamaikan hati
para
dewa
dan
menjamin
kesuburan
pertanian.
Beberapa
ritus
Shinto
telah
diintegrasikan
dengan
ritus dan
upacara dari Cina, sehingga disahkan menjadi festival resmi di dalam kalender
tahunan yang harus dirayakan (nenchu gyoji).
Matsuri
memiliki dua
aspek besar. Aspek
pertama adalah komunikasi di
antara para
dewa
dengan
manusia,
sedangkan
aspek
yang
kedua
yakni
komunikasi
di
antara
para
peserta matsuri
itu sendiri. Aspek pertama
mencakup ritus penyucian atau penyucian diri
(purificatory
rites/monoimi), persembahan sesajian
(shinsen),
dan
pesta
makan diantara
para
dewa
dengan
manusia
(naorai).
Aspek
kedua,
yakni
menikmati hiburan
dan
keramaian
yang
diadakan
selama
berlangsungnya matsuri.
Matsuri
berhubungan
erat
dengan
pertanian padi,
terutama dengan
siklus
penanamannya. Oleh
karena
itu,
festival
yang
dirayakan pada
musim
semi
dan
gugur
dianggap sebagai
festival
tahunan yang
terpenting.
Pesta
rakyat
musim
semi
bertujuan
untuk
mengusahakan agar
panen
membawa hasil
yang baik dan berlimpah, sedangkan pesta rakyat musim
gugur diadakan
untuk mengucap syukur pada para dewa atas panen yang berlimpah.
Picken (1994 : 176) mengatakan bahwa
inti dari kegiatan Shinto di setiap kuil adalah
festival.
Ribuan
matsuri
diadakan
di
seluruh
penjuru
Jepang
setiap
tahunnya. Acara
pemujaan
kami
yang
diadakan
setiap
komunitas disebut
dengan
festival.
Festival
merupakan
bagian
lingkaran
acara
tahunan
pada
semua
kuil
di
seluruh
daerah.
Setiap
|