Home Start Back Next End
  
16
macam
instrumen,
seperti
taiko,
genderang
besar
yang
diletakkan
di
kuil
Shinto
dan
bunyinya merupakan tanda dimulainya ritual dan shoko, yang merupakan drum kecil.
Taiko adalah genderang Jepang dengan ukuran yang cukup besar dan bentuknya
hampir
sama
dengan
beduk
yang
dipakai
di
Indonesia. Taiko
biasa
dimainkan
dalam
bentuk
grup
di
mana
pemainnya
bisa
mencapai
20
orang.
Alat
musik
ini
berasal
dari
Cina,
di
Jepang
pada
mulanya
dimainkan
oleh
para
petani
dan
nelayan
sebagai
media
untuk memanjatkan doa agar memperoleh hasil panen atau hasil nelayan dengan baik,
atau   dimainkan  
untuk  
menenangkan   arwah  
nenek  
moyang  
mereka   (Sudjianto,
2002 :107).
Menurut Picken (1994 : 183), Dalam
Shinto, taiko diletakkan di semua kuil
dan
bunyi dari taiko merupakan tanda dimulainya ritual.
Menurut
Ellis
(2003),
dikatakan
bahwa
berdasarkan
upacara Shinto,
matsuri
bercirikan kesukariaan yang ramai, pertunjukan arak-arakan, dan pertunjukkan besar.
Menurut kepercayaan Shinto, seluruh aspek kehidupan selalu berhubungan dengan
dewa yang mereka anggap akan selalu memberikan perlindungan bagi manusia. Dalam
kehidupan sehari-hari, cara
mereka dalam upaya
melayani
serta
menghormati para dewa
adalah dengan dilakukannya matsuri (Ono, 1998 : 50).
2.2.2.   Benda-benda Penting Shinto
Menurut 
Ono 
(1998 
24-25, 
68), 
benda-benda 
yang 
dianggap 
suci 
oleh
kepercayaan Shinto, yaitu :
1.   Mikoshi (tempat tinggal sementara bagi kami).
Menurut
Picken
(1994
:
179),
mikoshi
merupakan
miniaturkuil
yang
dapat
diangkat
dan
dipindahkan.
Mikoshi
dapat
dikategorikan
sebagai
salah
satu
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter