![]() 54
yang tinggi. Korelasi antara kedua peubah semakin menurun secara numerik dengan
semakin
memencarnya
atau menjauhnya
titik-titik
dari suatu garis
lurus. Bila titik-titiknya
mengikuti suatu pola yang acak, dengan kata lain tidak ada pola, maka mempunyai
korelasi nol, dan dapat disimpulkan
tidak ada hubungan
linear antara X dan Y.
Perlu
diingatkan
bahwa
koefisien
korelasi
antara
dua
peubah
adalah
suatu
ukuran
hubungan
linear
antara
kedua
peubah
tersebut, sehingga
nilai
r
=
0
berimplikasi tidak
adanya
hubungan
linear,
bukan
bahwa
antara
kedua
peubah
itu pasti
tidak
terdapat
hubungan.
Jadi,
bila
antara
X
dan
Y
terdapat
suatu
hubungan
kuadratik
yang
kuat,
akan
memperoleh
korelasi
nol
meskipun
jelas
ada
hubungan
tak
linear
yang
kuat
antara
kedua
peubah itu. Ukuran korelasi linear antara dua peubah yang paling banyak digunakan
disebut
koefisian
korelasi
momen
hasil
kali Perason
atau
ringkasnya
koefisien
korelasi
contoh.
Ukuran
hubungan
linear
antara
dua
peubah
X
dan
Y diduga
dengan
koefisien
korelasi contoh r, yaitu
:
n
?
X
i
Y
i
-
?
X
i
?
Y
i
r
=
2
2
n
X
2
-
?
X
?
n
Y
²
-
?
Y
?
?
i
?
?
i
?
?
i
?
?
i
?
?
?
?
?
Pearson product-moment
correlation
coefficient
Beberapa
penulis telah mengusulkan
panduan untuk interpretasi
koefisien
korelasi.
Cohen
(1988)
mengamati
bahwa
banyaknya
panduan-panduan
tersebut
memang
sesuai dengan kenyataan dan tidak perlu diawasi terlalu ketat.
|