|
6
2.1.2 Konsep Pemasaran
Seperti
yang
disebutkan
Philip
Kotler (2005,
p22)
bahwa
konsep
pemasaran
muncul pada tahun 1950-an dan menantang berbagai konsep sebelumnya. Seperti
contoh
pergantian
pemahaman filososfi
buat
dan jual
yang
berpusat
pada produk,
beralih ke filosofi pahami dan tanggapi dengan arti lebih mengerti pelanggan.
Kemudian
definisi
filosofi berburu
dalam
bidang pemasaran
yang
berarti berupaya
mencari
pembeli
berubah
ke
definisi
filosofi
berkebun
yang berarti
mendatangkan
pembeli,
sehingga
dipahami
bahwa konsep
pemasaran
bukan
untuk
menemukan
pelanggan yang tepat untuk sebuah produk, akan tetapi konsep pemasaran adalah
bertujuan
untuk
memahami
dan
mengerti
dan
memahami
sekaligus
memenuhi
kebutuhan
dan
keinginan
pelanggan,
dan
dari proses
tersebut
diharapkan
akan
mendatangkan pelanggan dengan sendirinya.
Konsep pemasaran
menegaskan
bahwa
kunci
untuk
mencapai sasaran organisasi
adalah perusahaan
harus
menjadi
lebih
efektif dibandingkan
para
pesaing
dalam
menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada
pasar
sasaran yang terpilih.
Konsep
pemasaran telah
dikristalisasikan pada pertengahan 1950-
an dan diekspresikan dalam beragam cara :
1. Penuhilah kebutuhan dengan cara yang mendatangkan laba.
2. Temukan keinginan dan penuhilah.
3. Cintailah pelanggan, bukan produk.
4. Lakukan dengan cara anda. (Burger King)
5. Andalah sang bos. (United Airlines)
6. Utamakan orang-orang. ( British Airways)
7. Bermitra untuk mendapatkan laba. (Miliken & Company)
|