|
26
2.6.1.1 Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI)
Matriks evaluasi Faktor
Internal atau EFI (Internal
Factor Evaluation
Matrix) adalah
alat
perumusan
strategi
yang
meringkas
dan
mengevaluasi
kekuatan
dan kelemahan
utama
dalam berbagai
bidang
fungsional
dalam
suatu
usaha.
Matriks
ini
juga
menjadi
landasan
untuk
mengidentifikasi
dan
mengevaluasi
hubungan
di
antara
bidang-bidang
ini.
Penilaian
intuitif
diperlukan
dalam membuat
matriks
EFI.
Matriks
EFI
dapat
dikembangkan dalam lima langkah sebagai berikut, (David, 2006, p206-p209):
1.
Tulislah
faktor-faktor
internal
utama sebagaimana teridentifikasi dlam
proses audit
internal.
Gunakan 10 sampai 20 faktor internal terpenting,
termasuk kekuatan
maupun kelemahannya. Tuliskan kekuatan lebih dahulu dan kemudian kelemahan.
2. Berikan bobot dengan kisaran 0.0 (tidak penting) sampai 1.0 (terpenting) pada setiap
faktor. Bobot yang diberikan
pada suatu faktor menunjukkan seberapa penting faktor
itu
menunjang
keberhasilan
perusahaan
dalam
industri
yang
digelutinya. Tanpa
memperdulikan apakah
faktor
kunci adalah
kekuatan atau kelemahan internal,
faktor-faktor yang
dianggap
mempunyai pengaruh
besar terhadap kinerja organisasi
diberi bobot tertinggi. Jumlah dari semua bobot harus sama dengan 1.0.
3. Berikan peringkat 1 sampai dengan
4
pada setiap faktor untuk menunjukkan apakah
faktor itu merupakan kelemahan besar (peringkat = 1), kelemahan kecil (peringkat =
2),
kekuatan kecil
(peringkat
=
3),atau
kekuatan besar
(peringkat
=
4).
Ingatlah
bahwa
peringkat
4
atau
3
hanya
untuk kekuatan,
sedangkan
1
atau
2
hanya
untuk
kelemahan. Peringkat
diberikan
berdasarkan
keadaan perusahaan,
sedangkan
bobot
dalam langkah 2 berdasarkan keadaan industri.
4. Kalikan setiap
bobot
faktor
dengan
peringkat
untuk
menentukan nilai
yang
dibobot
untuk setiap variabel.
5. Jumlahkan nilai yang dibobot untuk setiap variabel untuk menentukan total nilai yang
dibobot untuk organisasi.
|