|
50
5. Kekuatan Tawar-menawar Dari Pemasok
Industri tidak menarik jika perusahaan pemasok dapat meningkatkan
harga atau
mengurangi produk yang dipasoknya. Pemasok menjadi semakin kuat dalam posisi tawar
ketika
mereka
menjadi
lebih
terkonsentrasi
atau
terorganisasi,
hanya
terdapat beberapa
pengganti,
ketika produk merupakan input penting, switching cost
pamasok tinggi,
dan
ketika pemasok dapat berintergrasi ke hilir.
Selain itu penjual atau pemasok dapat mempengaruhi industri melalui
kemampuannya menaikan harga atau mengurangi kualitas dari
barang dan jasa. Penjual
atau
kumpulan
penjual
dapat
dikatakan memiliki
kekuatan apabila
memiliki
faktor-faktor
berikut:
Industri tempat penjual berkecimpung hanya didominasi oleh beberapa perusahaan.
Produk
atau servis
yang dihasilkan
memiliki
keunikan
tersendiri
atau
memiliki
biaya
pembuatan
yang
tinggi.
Tidak
ada
barang
pengganti
yang
tersedia
dan
penjual
tidak dapat berkompetisi secara langsung dengan konsumen.
6. Kekuatan Relatif dari Stakeholder Lain
Faktor keenam yaitu berbagai kelompok stakeholder dari lingkungan kerja.
Kelompok tersebut terdiri dari pemerintah, serikat pekerja, komunitas lokal,
kreditur
(termasuk
pemasok), asosiasi
perdagangan,
kelompok
kepentingan
khusus,
dan
pemegang
saham.
Tingkat
kepentingan
stakeholder
sangat
bervariasi pada setiap industry. Sebagai contoh, kelompok lingkungan di Maine,
Michigan,
Oregon,
dan
Iowa,
berhasil melakukan
lobi
untuk
membuat
undang-
undang
untuk
botol
dan kaleng
yang
dapat
dibuang,
karena
itu
sekarang
diperlukan
deposit untuk sebagian
besar
container minuman
di Negara
bagian
tersebut. Tindakan
itu secara
efektif
menaikan
biaya
antar
dewan,
dengan
pengaruh
terbesar ada
pada
produser
marginal
yang
tidak
dapat
mengabsorpsi
semua biaya tersebut secara internal.
|