Home Start Back Next End
  
22
r
XY  
=
Cov
XY
Cov
XX
Cov
YY
(2.10)
=
Cov
XY
S
X
S
Y
(2.11)
Dimana
S
=
Cov
XX
dan
S
=
Cov
YY 
adalah deviasi standar X dan Y.
Perhatikan 
bahwa 
pada 
rumus-rumus   tersebut, 
semua 
penjumlahan   dibagi
dengan
n
dan
bukan
dengan
n
1
pada
rumus
kovarians
dan
ragam
[persamaan
(2.7),
(2.8),
dan
(2.9)]
maka
tidak
akan
mengubah
rumus
korelasi
pada persamaan
(2.10)
dan
(2.11).
Rumus lain untuk menghitung koefisien korelasi adalah sebagai berikut:
r
XY  
=
nSXY - (SX )(SY )
(2.12)
nSX ²
-
(SX )²
nSY
2
-
(SY )²
Keuntungan 
lain 
dari 
rumus 
ini 
adalah 
untuk 
setiap 
himpunan 
observasi
berpasangan, hanya lima penjumlahan dasar yang harus di hitung yaitu
SX , SY , SX
2
,
SY
2
,
dan SXY
2.3.2 Penafsiran Koefisien Korelasi
Koefisien
korelasi
dapat
berkisar
dari
suatu
nilai
ekstrem
-1 (korelasi
negatif
sempurna)  melalui  nol
hingga  nilai
ekstrem  +1
(korelasi  positif
sempurna).    Secara
intuisi,
koefisien
korelasi
dapat
ditafsirkan
dalam
dua cara:
(i) sebagai
hubungan
antara
dua
ukuran
yang
berarti:
mereka
cenderung
untuk
meningkat
atau
menurun
bersama-
sama   (hubungan   secara   positif),   yang   satu   meningkat   dan   yang   lain   menurun
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter