|
23
(berhubungan
negatif),
atau
pergerakan
mereka
terpisah
(tidak
berkorelasi);
dan (ii)
sebagai
suatu
kekuatan
asosiasi
yang
berarti
bahwa
jika
nilai
absolut
korelasi
bergerak
menjauhi
nol
maka
dua
ukuran
berasosiasi
semakin
kuat.
Namun
demikian,
perhatikan
bahwa
terdapat
beberapa
peringatan
(caution)
yang perlu
dilihat
seperti
pada uraian
selanjutnya.
2.3.3 Beberapa Peringatan Dalam Penggunaan Korelasi
Koefisien
korelasi
digunakan secara luas
dalam analisis statistika dan merupakan
suatu
statistik
yang
sangat
berguna.
Akan
tetapi,
beberapa
hal perlu
diamati.
Pertama,
korelasi adalah suatu
ukuran asosiasi
linear antara
dua ukuran. Jika ukuran
berhubungan
dengan
cara yang
non-linear,
koefisien
korelasi
tidak
lagi
mampu
untuk
menyatakan
kekuatan hubungan antara dua ukuran tersebut.
Kedua
jika
ukuran
contoh
kecil,
berarti
hanya
terdapat
sedikit
pasangan
data
untuk
menghitung
korelasi
yang
berakibat
nilai
r
sampel
tidak
stabil.
Nilai
r
sampel
dapat
mempunyai
kisaran
lebar
antara
-1
hingga
+1.
Suatu
pesan
bagi
para
peramal
adalah
bahwa
jika korelasi
didasarkan
pada ukuran sampel yang sangat
kecil
maka
harus
disadari bahwa
korelasi
mempunyai
galat standart yang
besar (dalam hal ini berarti
tidak
stabil) dan hanya jika ukuran sampel mendekati n = 50 maka mereka menjadi stabil.
Hal ketiga
mengenai
koefisien
korelasi
menyangkut
adanya
nilai-nilai
ekstrim.
Nilai
r dapat
sangat
dipengaruhi
hanya
oleh
satu
nilai
ekstrim.
r
jadi
suatu
data
yang
merupakan
pencilan
dari deret
data
tersebut
akan
memencengkan
(skew)
koefisien
korelasi.
|