|
77
mereka.
Program
pelatihan
dan pengembangan
meliputi
pelatihan
potensi
dirancang untuk
meningkatkan efisiensi
pegawai
dalam
pekerjaannya.
5. Performance appraisal systems (Sistem
penilaian
performa).
Sistem
penilaian performa
meliputi
pengukuran performa pegawai
secara
kuallitatif
dan kuantitatif.
Idealnya,
sebuah
sistem
penilaian
performa
seharusnya
menghitung setiap
tugas, kewajiban,
dan
tanggung
jawab
dari
sebuah jabatan, dan
juga pengetahuan,
potensi, serta
kemampuan
yang
dibi.Jtuhkan
untuk
mengerjakan
tugas
dengan
sempurna-tidak
kurang
tidak
lebih.
Hal
tersebut
menunji.Jkkan
bahwa
sistem
penilaian
performa
seharusnya mengeliminasi
faktor-faktor
lain
yang
tidak
relevan
dan
mungkin
menyebabkan
evaluasi
menjadi ambigu.
Faktor-faktor
ambigu tersebut
antara
lain gaya
hidup,
paham
politik,
ras,
jenis
kelamin,
umur,
dan
agama.
Tetapi
masih
ada saja
faktor
tidak
relevan
yang
mengkontaminasi
proses
penilaian performa.
6. Compensation management
(Manajemen kompensasi).
Manajemen
kompensasi
merupakan
sebuah
tanggung
jawab
yang
penting
dan
merupakan
hal
yang
sangat sulit dilakukan
oleh seorang
manajer
personalia.
Karena
faktor
tingkah
laku,
struktur organisasi, hukum,
dan
teknis
memiliki dampak
bagi
sistem
kompensasi.
Gaji
dari
seorang
pegawai
|