Home Start Back Next End
  
23
Faktor
keterbukaan
terhadap
pengalaman
merupakan
faktor
yang
paling
sulit
untuk dideskripsikan,
karena
faktor ini
tidak
sejalan
dengan
bahasa
yang
digunakan tidak seperti halnya
faktor-faktor
yang
lain.
Keterbukaan
mengacu pada
bagaimana seseorang
bersedia melakukan
penyesuaian
pada suatu
ide atau situasi
yang baru (Panggabean, 2009).
Dimensi
final ini
mengajukan
kisaran minat
individual
dan
kekaguman
terhadap
hal
baru.
Orang
yang
ekstrim
terbuka
adalah
orang
yang
kreatif,
ingin
tahu,
dan
sensitif
secara artistik.
Mereka
yang
berada
pada
sisi lain
dari
kategori
keterbukaan
adalah
konvensional
dan
menemukan
kenyamanan dalam
keakraban
(Robbins,2006, p125).
Nilai riil dari Big five pada perilaku organisasi adalah
bahwa
Big five bena®-
benar menunjukkan pentingnya ciri/trait, dan ciri
tersebut secara jelas
menunjukkan
kinerja pekerjaan. Yang perlu diperhatikan adalah lima ciri tersebut cukup stabil.
Meskipun tidak ada
kesepakatan
total,
banyak ahli
teori kepribadian
cenderung
sepakat bahwa setelah umur 30 tahun, profil kepribadian individu akan berubah
sedikit
demi
sedikit.
Hal
ini
tidak
bermaksud
untuk
menunjukkan
bahwa
Big
five
memberikan profil
kepribadian
yang
ideal
untuk karyawan pada keseluruhan karier
mereka
karena
ciri
yang
berbeda
dan diperlukan
untuk
pekerjaan
yang
berbeda.
Kuncinya adalah menemukan yang sesuai (Luthans, 2006, p233-234).
a.   Dampak Positif dari Ciri Kesungguhan
Terdapat
kesepakatan
umum
bahwa
kesungguhan memiliki
korelasi
positif
yang
paling
kuat
(sekitar
0,3) dengan
kinerja.
Dari
level
korelasi
ini
(lebih bagus kalau 1,0), sebaiknya diperhatikan bahwa kurang dari 10 persen
(korelasi
persegi,
atau R²)
dari
kinerja
dalam studi ada
pada
kesungguhan.
Tetapi juga perlu dicatat bahwa
hal ini masih signifikan dan karyawan
yang
bersungguh-sungguh
mungkin
memberikan
keunggulan
kompetitif
utama.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter