Home Start Back Next End
  
26
pekerjaan.
Studi
mengenai
ketidakhadiran
menemukan
bahwa ekstraversi
memiliki
hubungan
terbalik,
semakin tinggi
ciri
ekstraversi,
karyawan
cenderung semakin sedikit absen (Luthans, 2006, p235).
Ciri lain memiliki dampak lebih selektif,
tetapi masih logis.
Misalnya,
orang 
dengan 
ekstraversi 
tinggi  cenderung  dihubungkan 
dengan
keberhasilan manajemen
dan
penjualan, sedangkan
orang
dengan
stabilitas
emosi
tinggi
cenderung
lebih
efektif
dalam
situasi tertekan,
orang
dengan
sifat
menyenangkan cenderung manangani
hubungan dan
konflik konsumen
dengan
lebih efektif,
dan orang
yang
terbuka
pada pengalaman cenderung
memiliki
keahlian
pelatihan
kerja
dan membuat
keputusan
lebih
baik
dalam
pelatihan stimulasi pemecahan masalah. Studi lain menemukan bahwa orang
dengan
gaya manajemen strategis
memiliki
ciri
kesungguhan
dan
terbuka
pada
pengalaman,
dan
dengan
Big
five untuk
memprediksi
kinerja
tim.
Sebuah 
studi 
menemukan 
bahwa 
semakin 
tinggi 
nilai 
rata-rata 
ciri
kepribadian anggota
tim,
seperti sifat
menyenangkan,
ekstraversi,
dan
stabilitas emosi, akan semakin baik
kinerja tim. Dengan kata lain, tergantung
pada
situasi,
semua
ciri
Big
five
sebaiknya
diperhatikan
dalam
studi
dan
aplikasi perilaku organisasi (Luthans, 2006, p235).
3.   Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)
Sementara Big five muncul dari
penelitian dasar
dan secara
umum
berhubungan
dengan
kinerja
secara
signifikan,
MBTI
didasarkan
pada
teori
yang
sangat
tua,
dengan  dukungan  penelitian 
terbaik,  tetapi  digunakan  secara  luas  dan  sangat
populer dalam konseling karier, pembentukan tim, manajemen konflik, dan analisis
gaya
manajemen. Teori
tersebut
kembali
memelopori
psikiater
Carl
Jung dari Swiss
pada
tahun 1920-an.
Jung
berpendapat
bahwa manusia
dapat
dibagi
menjadi
ekstravert dan introvert dan manusia memiliki dua proses mental dasar, persepsi dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter