|
30
2.3 Efikasi Diri
2.3.1 Pengertian Efikasi Diri
Seperti
yang dinyatakan oleh
Goleman,
efikasi
diri adalah
konstruksi
dasar
untuk
Emotional
Intelligent
(EI)
maupun
optimisme,
dan Synder
berpendapat sama
mengenai
konstruksi harapan (Goleman, 1995, p89). Sampai saat ini
9
meta-analisis skala besar secara
konsisten
menunjukkan
bahwa
efikasi memberikan kontribusi
pada
tingkat
motivasi
dan
kinerja secara signifikan (Luthans, 2006, p337).
Dasar teoritis untuk efikasi diri adalah
kapabilitas refleksi diri yaitu
bagaimana
orang
merefleksikan kembali tindakan/pengalaman
kejadian tertentu
dan selanjutnya memproses
secara
kognitif
seberapa
besar
keyakinan
mereka
terhadap
penyelesaian
tugas/kejadian
di
masa mendatang (Bandura, 1999, p21).
Bandura
sangat
menekankan
bahwa
efikasi
diri
adalah
mekanisme
psikologis
yang
paling
penting
dari
pengaruh
diri
(self-influence).
Dia
menyatakan,
Jika
orang
tidak
yakin
bahwa mereka
dapat
menghasilkan
efek
yang diinginkan
dan mencegah
hal
yang tidak
diinginkan
dengan
tindakan
mereka,
maka
mereka
memiliki
sedikit
dorongan
untuk
bertindak. Faktor apapun yang
bertindak sebagai motivator, berakar dalam
keyakinan bahwa
seseorang punya kekuasan untuk membuahkan hasil yang diinginkan (Locke, 2000, p120).
Definisi
formal
efikasi
diri
yang
biasa
digunakan
adalah
pernyataan
Bandura
mengenai
penilaian
(judgment) atau
keyakinan
pribadi
tentang
seberapa
baik
seseorang
dapat
melakukan
tindakan
yang
diperlukan
untuk
berhubungan dengan
situasi
prospektif
(Bandura,
1982,
p122).
Definisi
yang
lebih
luas dan
lebih
tepat
untuk
efikasi
diri
diberikan
Stajkovic dan Luthans
:
efikasi
diri
mengacu
pada
keyakinan individu
(atau konfidensi)
mengenai kemampuannya
untuk
memobilisasi motivasi,
sumber
daya
kognitif,
dan
tindakan
yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam
konteks tertentu (Stajkovic, 1998,
p66).
|