|
33
lebih banyak lagi. Selain itu, efikasi diri melibatkan reaksi psikomotorik seperti emosi,
stres,
dan
kelelahan
fisik.
Dengan
motivasi perilaku-hasil,
terdapat
lebih
banyak
perbedaan.
Prosesnya
berbeda,
efikasi merupakan
penilaian
kemampuan
seseorang
untuk
menyelesaikan
pola
perilaku tertentu (yakni,
saya
yakin
saya
berhasil
menyelesaikan
tugas
ini)
sementara
perilaku-hasil
merupakan
penilaian atas
konsekuensi yang
mungkin
terjadi
dari
perilaku
tertentu
(yakni,
saya
yakin
bahwa
apa yang saya lakukan akan (atau
tidak akan)
membuahkan
hasil yang
diinginkan).
Dengan kata lain, evaluasi efikasi diri individu biasanya akan terjadi sebelum harapan
atas hasil perilaku dipertimbangkan.
3. Efikasi
diri
dengan
locus of control. Konstruksi
ketiga
yang
sering
membingungkan
berasal
dari
teori
atribusi,
terutama
locus of
control. Orang
yang
membuat
atribusi
internal
mengenai
perilaku
mereka
dan
konsekuensinya
(sukses
atau
gagal) yakin
bahwa
mereka mengontrol nasib mereka sendiri
(misalnya, usaha
dan kemampuan
sayalah yang membuat
perbedaan)
dan
mengasumsikan tanggung
jawab
personal
untuk
konsekuensi
perilaku
mereka.
Sebaliknya, atribusi
eksernal membuat atribusi
terhadap
berbagai
kondisi (tugasnya terlalu
berat) atau
keberuntungan
dan tidak
menggunakan
tanggung
jawab
individu
atas konsekuensi
perilaku
mereka.
Bandura
berpendapat bahwa atribusi
locus of control merupakan keyakinan
kausal
mengenai
hubungan tindakan-hasil, sementara efikasi
diri adalah keyakinan individu mengenai
kemampuannya dan sumber daya kognitif yang
dapat
disusun
bersama-sama untuk
menyelesaikan tugas dan berhasil.
2.3.4 Proses dan dampak efikasi diri
Proses
efikasi
diri
mempengaruhi
fungsi
manusia
bukan
hanya
secara
langsung,
tetapi
juga mempunyai
pengaruh
tidak
langsung
tehadap
faktor
lain.
secara
langsung,
proses
efikasi
diri
mulai
sebelum
individu memilih
pilihan
mereka
dan
mengawali
usaha
mereka.
Yang
pertama,
orang
cenderung
mempertimbangkan,
mengevaluasi
dan
|