Home Start Back Next End
  
34
mengintegrasikan informasi mengenai kapabilitas yang dirasakan. Yang penting, langkah
awal dalam proses tersebut tidak begitu berhubungan dengan kemampuan dan sumber
individu,
tetapi
lebih
pada
bagaimana
mereka
menilai
atau
meyakini
bahwa
mereka
dapat
menggunakan
kemampuan
dan
sumber mereka
untuk
menyelesaikan
tugas
yang
diberikan.
Selanjutnya,
evaluasi/persepsi
menghasilkan
harapan
atas
efikasi
personal
yang pada gilirannya menentukan (Luthans, 2006, p340):
1.   Keputusan untuk menampilkan tugas tertentu dalam konteks ini.
2.   Sejumlah usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan tugas.
3.   Tingkat
daya
tahan
yang
akan
muncul
(selain
masalah),
tidak
sesuai
dengan
bukti dan kesulitan yang dihadapi.
Dengan
kata
lain
bahwa
dari
awal
dapat
dilihat
bahwa
efikasi
diri
secara
langsung
mempengaruhi (Luthans, 2006, p340):
1. 
Pemilihan perilaku (misalkan, keputusan dibuat berdasarkan bagaimana efikasi
yang  dirasakan  seseorang  terhadap  pilihan,  misalnya  tugas  pekerjaan  atau
bidang karir)
2.   Usaha motivasi (misalnya, orang mencoba lebih
keras dan berusaha
melakukan
tugas
dimana
efikasi
diri
mereka
lebih
tinggi
dari
pada
mereka
yang
memiliki
penilaian efikasi rendah).
3.  
Daya
tahan
(misalnya,
orang
dengan
efikasi
diri
tinggi
akan
bangkit,
bertahan
taat
menghadapi
masalah atau
kegagalan, sementara
orang
dengan
efikasi
diri
rendah cenderung menyerah saat muncul rintangan).
Selain
itu,
terdapat
bukti
penelitian
bahwa
efikasi
diri
juga
dapat
secara
langsung
mempengaruhi (Mager, 1992, p32):
1.   Pola
pemikiran
fasilitatif
(misalnya,
penilaian
efikasi
mempengaruhi
perkataan
pada
diri
sendiri
(self-talk)
seperti
orang
dengan
efikasi
diri
tinggi
mungkin
mengatakan
pada
diri
sendiri,
saya
tahu
saya
dapat
menemukan
cara
untuk
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter