|
35
memecahkan masalah ini, sementara orang dengan efikasi diri rendah mungkin
berkata pada diri sendiri, saya tahu saya tidak bisa melakukan hal ini, saya tidak
punya kemampuan).
2. Daya tahan terhadap stres misalnya, orang dengan efikasi diri rendah cenderung
mengalami stres
dan
kalah
karena
mereka
gagal,
sementara
orang
dengan
efikasi diri tinggi memasuki situasi penuh tekanan dengan percaya diri dan
kepastian dan dengan demikian dapat menahan reaksi stres).
Contoh
dampak
langsung
efikasi
diri
pada
fungsi
manusia
sejalan
dengan
individu
berkinerja tinggi. Mungkin profil individu berkinerja tinggi dalam sebuah pekerjaan
tertentu
adalah
orang
berefikasi tinggi
yang sungguh-sungguh melakukan pekerjaan
(menerimanya
dan
memandangnya sebagai
tantangan);
memberikan
usaha
maksimal
untuk
menyelesaikan
tugas;
tahan
menghadapi
rintangan,
frustasi, atau kemunduran;
memiliki
pemikiran dan perkataan yang positif; dan tahan
terhadap stres dan kekalahan
(Luthans, 2006,
p340).
Bandura
menekankan bahwa efikasi diri juga memainkan
peranan
vital dalam menentukan
kinerja manusia lainnya seperti aspirasi
tujuan, insentif
hasil, dan kesempatan yang dirasakan terhadap suatu proyek (Locke, 2000, p120).
Apapun
tingkat
tujuan
yang
dipilih,
seberapa
banyak usaha
yang dikeluarkan
untuk
mencapai tujuan tertentu, dan bagaimana reaksi/ ketahanan seseorang saat menghadapi
masalah dalam proses pencapaian tujuan sangat dipengaruhi oleh efikasi diri. Begitu pula
dengan
insentif
hasil
yang
diantisipasi
seseorang.
Orang
dengan
efikasi diri
tinggi
mengharapkan
keberhasilan
dan
mendapat
yang diinginkan,
dan
insentif
hasil
yang
positif,
sementara
orang dengan
efikasi
diri
rendah
mengharapkan
kegagalan
dan
memikirkan dis-insentif
hasil
yang
negatif
(misalnya,
saya tidak
akan
menyelesaikan
apapun).
Secara
khusus relevan
dengan
formulasi strategi, awal kewirausahaan,
dan
transisi ekonomi yang begitu sulit di negara bekas komunis (Luthans, 2006, p341).
|