![]() 54
4.
Frederick Herzberg dengan Teori Motivasi Dua Faktor
Sebenarnya teori ini merupakan pengembangan dari teori hierarki kebutuhan
Maslow
(Sutrisno,
2009,
p142)
Dia
melakukan studi
motivasional pada
sekitar 200
akuntan dan insinyur yang diperkerjakan oleh perusahaan di Pittsburgh,
Pennsylvania. Pengumpulan data untuk analisis dilakukan dengan menggunakan
metode
kejadian
kritis.
Subjek
profesional
dalam
studi
ini
menghadapi
dua
pertanyaan
dasar.
Yang
pertama
adalah kapan
Anda
merasa
bekerja
dengan
baik-
apa yang membuat Anda senang?, dan pertanyaan kedua adalah kapan Anda
merasa
bekerja
dengan
buruk-apa
yang
membuat
anda
tidak
tertarik?
(Luthans,
2006, p282).
Respon
yang
diperoleh
dari
metode
kejadian
kritis
ini
menarik
dan
cukup
konsisten. Perasaan nyaman umumnya berhubungan dengan pengalaman kerja dan
kepuasan
kerja.
Sebaliknya,
perasaan
tidak
senang umumnya
berhubungan
dengan
aspek di sekitar pekerjaan-suasana pekerjaan. Herzberg dengan mentabulasikan
perasaan senang
dan tidak
senang,
menyimpulkan
bahwa
orang
puas
dalam
pekerjaan berhubungan dengan suasana kerja. Herzberg menamai orang yang
dengan motivator, dan orang
yang tidak puas
dengan faktor higienis.
Istilah higienis
mengacu
pada
faktor-faktor
yang
bersifat
mencegah
(seperti
dalam bidang
kedokteran).
Dalam
teori Herzberg,
faktor
higienis
adalah
orang
yang
terhalang
kepuasannya.
Motivator
dan
higienis
dikenal
sebagai
motivasi
dua
faktor
Herzberg
(Luthans, 2006, p283).
Tabel 2.6 Teori Dua Faktor Herzberg
Faktor Higienis
Motivator
Kebijakan dan administrasi perusahaan
Prestasi
Pengawasan, teknis
Penghargaan
|