Home Start Back Next End
  
58
Rangkaian kategori ini telah berguna untuk mengukur berapa banyak kebutuhan
yang
ada
pada
seseorang pada
suatu
saat
tertentu.
Pendekatan ini
mengakui
kemungkinan bahwa tidak semua orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama
banyaknya.
6. 
Douglas McGregor dengan teori X dan Y
McGregor
mengemukakan
dua
pandangan
yang jelas
berbeda
mengenai
manusia,
pada
dasarnya
satu
negatif
yang ditandai
sebagai
teori
X,
dan
yang lain
positif,
yang ditandai
dengan
teori Y.
setelah memandang cara
para manajer
mengenai
kodrat
manusia
didasarkan pada suatu pengelompokan
pengandaian-
pengandaian 
tertentu 
dan 
bahwa 
manajer 
cenderung 
mencetak 
perilakunya
terhadap bawahannya menurut pengandaian-pengandaian ini (Robbins, 2006, p210).
Prinsip
teori
X
didasarkan
pada
pola
pikir
konvensional
yang
ortodoks,
dan
menyorot
sosok
negatif
perilaku
manusia.
Teori
ini
memandang
manusia
dengan
kaca mata gelap, dan buram, yang menganggap manusia itu (Sutrisno, 2009, p151):
Malas dan tidak suka bekerja.
Kurang bisa bekerja keras, menghindar dari tanggung jawab.
Mementingkan
diri
sendiri,
dan
tidak
mau
peduli
pada
orang
lain.
karena
itu
bekerja lebih suka dituntun dan diawasi.
Kurang suka menerima perubahan, dan ingin tetap seperti dahulu.
Sedangkan prinsip umum teori Y amat jauh berbeda dengan teori X.
Teori
ini
dapat
dikatakan
merupakan suatu
revolusi
pola
pikir
dalam
memandang
manusia
secara
optimis,
karena
itu
disebut
sebagai
teori
potensial.
Maka teori Y memandang manusia itu pada dasarnya (Sutrisno, 2009, p151-152):
Rajin, aktif dan mau mencapai prestasi bila kondisi konduktif.
Sebenarnya mereka dapat produktif, hanya perlu diberi motivasi.
Selalu ingin perubahan dan merasa jemu pada hal-hal yang monoton.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter