Home Start Back Next End
  
59
•    Dapat berkembang bila diberi kesempatan yang lebih besa®.
Kesimpulannya dari teori X dan Y adalah sebagai berikut (Sutrisno, 2009,
p152):
Kedua
teori
ini
pada
dasarnya
memang
berlaku
dan
dapat
kita
terima
dalam
memandang manusia, tipe-tipe perilaku yang cocok dengan kedua teori tersebut.
Dalam memberi motivasi
kepada bawahan, seorang pemimpin harus mempunyai
kualifikasi
bawahan,
apakah
mereka tipe
X
atau tipe
Y,
manusia
tipe
X
memerlukan gaya
kepemimpinan
otoriter,
sedangkan
manusia
Y
memerlukan
gaya kepemimpinan partisipatif.
2.4.4.2 Teori Motivasi Proses
1. 
Teori Harapan Vroom
Yang pertama kali merumuskan teori
harapan yang ditujukan untuk motivasi
kerja adalah Victor Vroom. Vroom menyatakan
teori harapan sebagai alternatif
untuk
model
kepuasan.
Ia
menilai
tidak ada penjelasan
yang
memadai
terhadap
proses
motivasi
kerja
yang kompleks.
Paling tidak
dalam
lingkaran akademis
perilaku
organisasi,
teorinya
menjadi
penjelasan
motivasi kerja
yang populer
dan terus
menghasilkan penelitian (Luthans, 2006, p286).
Model Vroom dibentuk di sekitar konsep valensi, dan harapan dan umumnya
disebut
teori VIE. Arti
valensi bagi Vroom adalah
kekuatan preferensi individu
untuk
hasil akhir tertentu.
Istilah lain yang
dapat digunakan adalah nilai, sikap,
dan utilitas
yang diharapkan. Agar valensi menjadi positif, orang harus lebih menyukai
memperoleh
hasil
daripada
tidak
memperolehnya
sama
sekali.
Valensi
nol
terjadi
saat
individu
mengabaikan hasil,
valensi
akan
negatif
saat
individu
lebih
suka tidak
memperoleh hasil daripada memperolehnya (Luthans, 2006, p286).
Input
utama dalam
valensi adalah
instrumen
dari
hasil
level
pertama
untuk
memperoleh
hasil
level
kedua
yang
diinginkan.
Misalnya,
orang
akan
termotivasi
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter