Home Start Back Next End
  
60
terhadap
kinerja
superior karena
keinginan
untuk
dipromosikan.
Kinerja
superior
dinilai
sebagai
instrumen untuk
memperoleh promosi.
Variabel
lain
dalam proses
motivasional Vroom adalah harapan. Meskipun semua ahli
teori psikologi sependapat
bahwa
harapan
merupakan
keadaan mental
atau
kognitif,
tetapi
terdapat
sedikit
persetujuan mengenai sifat
keadaan tersebut. Meskipun
secara
sekilas
konsep
harapan
mungkin
mirip
dengan
instumentalitas pada
valensi,
tetapi
ia
sebenarnya
sangat berbeda (Klein, 1989, p280).
Harapan  menghubungkan  usaha  dengan  hasil  level  pertama,  sementara
instumentalitas  menghubungkan  hasil  level  pertama  dengan  hasil  level 
kedua.
Dengan
kata
lain,
harapan
dalam
teori
Vroom
merupakan
kemungkinan
(berkisar
dari 0 sampai 1) bahwa tindakan atau usaha tertentu akan mengakibatkan hasil level
pertama tertentu.
Instumentalitas mengacu pada tingkat
dimana hasil level pertama
akan  mengakibatkan  hasil  level  kedua  yang  diinginkan.  Singkatnya,  kekuatan
motivasi
untuk
melakukan
sebuah tindakan tertentu akan
tergatung
pada
penjumlahan aljabar
dari
produk
valensi
untuk hasil akhir (yang
mencakup
instumentalis) dikalikan dengan harapan (Luthans, 2006, p287).
Teori Vroom berasal
dari
teori kepuasan
yang
menggambarkan
proses
variabel
kognitif
yang mencerminkan perbedaan individu
dalam motivasi
kerja. Teori
ini
tidak
berusaha mendeskripsikan
kepuasan atau perbedaan individu. Setiap orang
memiliki
kombinasi
unik
dari
valensi,
instumentalis, dan
harapan.
Jadi,
teori
Vroom
hanya
mengindikasikan
faktor
penentu motivasi
konseptual
dan bagaimana
faktor-
faktor tersebut
berhubungan. Teori tersebut tidak memberikan pembahasan spesifik
mengenai apa yang memotivasi anggota organisasi, seperti yang dilakukan oleh
model Maslow, Herzberg, dan Alderfer (Luthans, 2006, p287).
Alasan utama
model Vroom menjadi sebuah teori modern
yang penting dari
motivasi  kerja 
dan 
telah  menghasilkan 
begitu 
banyak  penelitian  adalah  model
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter