|
Analisis Cluster dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
62
mengelompokkan objek (responden, konsumen, produk dan lain-lain) atau
merupakan proses
untuk meringkas sejumlah
objek
menjadi lebih
sedikit
dan
menamakannya sebagai klaster.
Analisis
cluster
dapat
dipakai
pada
bidang
apa
saja.
Namun,
pemakaian
teknik ini lebih familiar
pada
bidang
pemasaran
karena
memang salah satu kegiatan
yang
dilakukan
dalam
pemasaran adalah
pengelompokan,
yang disebut segmentasi
pasar. Istilah klaster berkenaan dengan objek-objek yang memiliki kemiripan.
Analisis
klaster
juga
dilakukan
untuk
mengelompokkan
objek-objek.
Berdasarkan
karakteristik yang
dimiliki,
dengan analisis
klaster
sekelompok
objek dapat
dikelompokkan. (Simamora, 2005,p200).
Dalam
pemasaran,
misalnya,
tujuan
segmentasi
pasar
adalah
untuk
mengenal segmen-segmen yang efektif, sehingga perusahaan dapat memilih satu,
beberapa,atau
semua segmen
sebagai pasar sasaran.
Kalau
tidak
sesuai
dengan
sasaran peneliti, pengelompokkan tidak berguna (Simamora, 2005,p202).
Kim
&
Kim
dalam
(www.proquest.com)
mengatakan bahwa
analisis
cluster
tidak seperti metode-metode statistik
lainnya untuk
klasifikasi. Penggunaan utama
analisis cluster
adalah
untuk segmentasi
pemasaran.
Namun,
telah
terbukti
sangat
berguna
dalam
beberapa
konteks
yang berbeda.
Teknik
ini
telah digunakan
untuk
mencari pemahaman yang lebih baik dengan mengidentifikasi perilaku pembeli yang
homogen.
Tujuan utama analisis
klaster adalah untuk menempatkan sekumpulan objek
ke
dalam
dua
atau
lebih grup
berdasarkan
kesamaan-kesamaan objek
atas dasar
berbagai karakteristik. (Simamora,2005,p201).
|