|
36
tahap
demi
tahap.
Deskripsi
pertama
model waterfall
yang
formal
sering
dikutip
menjadi artikel yang diterbitkan tahun 1970 oleh Winston W. Royce (1929-1995),
walaupun Royce tidak menggunakan istilah waterfall di artikel. Royce menjelaskan
model
sebagai
contoh
model
yang cacat,
yang tidak
bekerja.
Sebenarnya
secara
umum
istilah
ini
sudah
digunakan
dalam
penulisan
pengembangan
software
sebagai cara untuk mengkritik software yang umum digunakan dalam latihan.
Menurut Dan Marks (2002), pendekatan waterfall menekankan kemajuan
yang terstruktur antara tahap yang ditentukan. Setiap tahap terdiri dari serangkaian
kegiatan
tertentu dan
hasil
yang
harus diselesaikan sebelum tahap berikutnya dapat
dimulai. Selain itu, orang yang berbeda biasanya terlibat selama tiap tahap.
Kelebihan dari pendekatan
waterfall
yaitu
memudahkan
dalam
menganalisa
perubahan,
mampu
mengkoordinasikan
tim implementasi,
anggaran
bisa
diprediksi,
waktu
yang
dibutuhkan
ahli
dalam menangani
persoalan
relatif
sedikit.
Sedangkan kekurangan dari pendekatan waterfall adalah kurang fleksibel, sulit
memberikan estimasi kebutuhan software yang aktual,
hilangnya pengetahuan
yang
tidak berwujud antara tahap-tahap, keputusasaan kohesi tim, dan kecenderungan
untuk tidak menemukan cacat atau kekurangan rancangan sampai tahap testing.
Jadi,
dapat
disimpulkan
bahwa
waterfall
merupakan pendekatan yang
dilakukan tahap demi tahap secara berurutan, dimana tahap sebelumnya harus
diselesaikan dahulu sebelum melanjutkan tahap berikutnya.
|