Home Start Back Next End
  
35
2.7.2.2.
Kelonggaran Waktu Untuk Melepas Lelah (Fatigue Allowance)
Fatigue
merupakan
waktu
yang
dibutuhkan
bagi
pekerja
untuk memulihkan
dari
“kebuntuan”
maupun
kelelahan
kerja.
Perusahaan
memberikannya
dalam bentuk
istirahat kerja yang biasa disebut dengan istilah “Coffee Break”. Besarnya interval yang
diberikan untuk “break” setiap perusahaan memang berbeda-beda, namun tujuannya
sama yaitu untuk memulihkan kembali fisik maupun mental pekerja dari kelelahan.
Dewasa ini, sebagian besar pekerja barangkali hanya mengalami
sedikit
kelelahan
fisik. Akan tetapi,
kelelahan
mental
juga
patut
untuk
dipertimbangkan.
Perlu
diketahui
bahwa
istirahat
makan
siang
tidak
diperhitungkan
sebagai fatigue
elemen.
Ingatlah
bahwa allowance
adalah
untuk waktu yang diharapkan untuk bekerja, tetapi
mereka tidak bisa “perform”.
Kelelahan 
fisik 
manusia 
bisa 
disebabkan 
oleh 
beberapa 
penyebab 
di
antaranya kerja yang membutuhkan pikiran banyak (lelah mental) dan kerja fisik.
Masalah
yang dihadapi
untuk menetapkan
jumlah waktu yand diizinkan untuk istirahat
melepas
lelah
ini sangat sulit dan kompleks sekali. Di sini waktu
yang dibutuhkan
untuk
keperluan
istirahat
akan
sangat
bergantung
pada
individu yang
bersangkutan,
interval
waktu dari siklus kerja dimana pekerja akan memikul beban kerja secara penuh, kondisi
lingkungan fisik pekerjaan, dan faktor-faktor lainnya.
Periode istirahat untuk melepas lelah di luar istirahat makan siang dimana
semua 
pekerja 
dalam 
suatu 
departemen 
tidak 
diizinkan 
untuk 
bekerja 
akan 
bisa
menjawab permasalahan yang ada. Lama
waktu periode istirahat dan frekuensi
pengadaannya akan tergantung pada jenis pekerjaan yang ada tentunya.
Nilai
yang
normal
untuk basic allowance adalah 5% dari jumlah kerja sehari
(8 jam) atau
setara dengan 24
menit.
Biasanya dikenal dengan
istilah dua kali 12
menit
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter