|
36
break, pertama di pertengahan pagi (pukul 9.30) dan kedua di pertengahan siang hari
(pukul 14.00). Perlu diperhatikan bahwa pekerjaan berat jelas akan dapat melelahkan
pekerja lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan yang ringan atau pekerjaan non fisik.
Waktu istirahat yang lebih banyak tidak hanya dibutuhkan dan dibenarkan, namun juga
akan meningkatkan produktifitas.
Dengan mengistirahatkan pekerja akan memberikan kesempatan bagi pekerja
untuk memulihkan lelah yang selanjutnya akan
membuat
mereka
untuk
bekerja
lebih
produktif dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan tanpa istirahat atau allowance.
Break atau
istirahat akan
lebih berarti bagi karyawan, sekalipun dengan
menggantinya
dengan bayaran lebih.
Dari penjelasan di atas, dapat ditarik dua kesimpulan penting, yaitu:
1. 5% adalah nilai minimum dari fatigue allowance;
2. Setiap
kenaikan
tenaga
sebesar
10
poin
dari
10
poin
dasar
akan
menaikkan
fatigue
allowance sebesar 5%, pengertian tenaga dalam kasus yang dibahas di sini adalah
besarnya berat yang harus diangkat.
(Fred E. Meyers et. al, 2002, p198).
2.7.2.3.
Kelonggaran
Waktu
Karena
Keterlambatan-keterlambatan
(Delay
Allowance)
Delay
allowance
dikatakan
sebagai
allowance yang
tidak
dapat
dihindari
mengingat
ini di luar kendali
pekerja.
Sesuatu terjadi sehingga membuat pekerja tidak
dapat
bekerja.
Penyebab
delay
allowance
ini
perlu
untuk
diketahui
dan
dihitung
biayanya
sehingga ke depannya
dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan
dalam
penentuan biaya.
|