Home Start Back Next End
  
18
Bagi
operasi
kerja
dalam
elemen-elemen
kerja
sedetail-detailnya
tapi
masih
dalam
batas-batas kemudahan untuk pengukuran waktunya.
Amati,ukur,
dan
catat
waktu
yang
dibutuhkan
oleh
operator
untuk
menyelesaikan
elemen-elemen kerja tersebut.
Tetapkan
jumlah
siklus
kerja
yang
diukur
dan
dicatat.
Teliti
apakah
jumlah
siklus
kerja 
yang 
dilaksanakan 
ini   sudah  
memenuhi 
syarat 
atau 
tidak. 
Test 
pula
keseragaman data yang diperoleh.
Tetapkan
rate
of
performance
dari
operator
saat
melaksanakan
aktivitas
kerja
yang
diukur
dan
dicatat
waktunya
tersebut.
Rate
of
performance
ini
ditetapkan
untuk
setiap
elemen
kerja
yang
ada
dan
hanya
ditujukan
untuk
performance  operator.
Untuk
elemen
kerja
yang
secara
penuh
dilakukan oleh
mesin
maka
performance
dianggap normal (100%).
Sesuaikan
waktu
pengamatan
berdasarkan
performance
kerja
yang
ditujukan
oleh
operator tersebut sehingga akhirnya diperoleh waktu kerja normal.
Tetapkan kelonggaran waktu (allowance time) guna
memberikan fleksibilitas. Waktu
longgar
yang akan diberikan
ini
guna
menghadapi kondisi-kondisi seperti kebutuhan
personil
yang
bersifat
pribadi,
faktor
kelelahan,
keterlambatan material,
dan
lain-
lainnya.
Tetapkan
waktu
kerja
baku
(standard
time)
yaitu
jumlah
total
antara
waktu
normal
dan waktu kelonggaran.
Berdasarkan langkah-langkah di atas terlihat bahwa pengukuran kerja dengan
stopwatch
ini
merupakan
cara
pengukuran obyektif
karena
waktu
yang
ditetapkan
berdasarkan fakta
yang
terjadi
dan
tidak
hanya
berdasarkan estimasi
yang
bersifat
subyektif.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter