|
8
2.1.1 Kompetensi Komunikatif
Istilah Kompetensi
Komunikatif
diciptakan
oleh
Dell
Hymes,
seorang
pakar
sosiolinguistik. Hymes menyebut Kompetensi Komunikatif sebagai aspek kompetensi
yang memungkinkan kita menyampaikan dan menafsirkan pesan antarpersonal dalam
konteks-konteks tertentu (Douglas, 2002: 241).
Canale
dan
Swain
dalam Douglas
(2002:
241),
mengatakan
bahwa
ada
empat
komponen, atau sub kategori yang berbeda yang membangun konsep kompetensi
komunikatif.
Menurut Canale dan Swain dalam Douglas (2002: 241-242), dua sub kategori
pertama
mencerminkan
penggunaan
sistem linguistik
itu
sendiri
:
(a)
Kompetensi
Gramatikal adalah aspek kompetensi komunikatif yang meliputi pengetahuan tentang
item-item leksikal
dan
kaidah
morfologi,
sintaksis,
semantic
kalimat-tata
bahasa,
dan
fonologi. (b) Kompetensi Wacana adalah kemampuan yang kita punyai untuk
mengaitkan
kalimat-kalimat
dalam rentang
wacana
dan
untuk
membentuk
keseluruhan
dari serangkaian ujaran. Wacana berarti apa saja dari pembicaraan sederhana hingga teks
tertulis panjang lebar. Jika kompetensi gramatikal berfokus pada tata bahasa taraf-
kalimat, kompetensi wacana berurusan dengan hubungan antarkalimat.
Menurut Canale
dan
Swain
dalam
Douglas
(2002:
241-242),
dua
sub
kategori
yang
terakhir mendefinisikan aspek-aspek fungsional
komunikasi:
(a)
Kompetensi
Sosiolinguistik adalah pengetahuan tentang
kaidah-kaidah sosial budaya bahasa dan
wacana. Tipe kompetensi ini mensyaratkan pemahaman tentang konteks sosial di mana
|