|
9
bahasa digunakan: peran para partisipan, informasi yang mereka bagi, dan fungsi
interaksi. (b) Kompetensi Strategis adalah strategi komunikasi verbal dan non-verbal
yang
bisa
dipakai
untuk
mengimbangi
kemacetan
dalam komunikasi
karena
variabel-
variabel
performa
atau
karena
kompetensi
yang
tidak
memadai.
Kompetensi
inilah
yang mendasari kemampuan kita untuk melakukan perbaikan, mengatasi kekurangan
pengetahuan, dan menopang komunikasi dengan penyederhanaan, penyampaian tidak
langsung,
pengulangan,
keraguan,
penghindaran,
dan
terkaan,
maupun
pergeseran
register dan gaya.
Menurut
Moeliono
(2000:
728-730),
Mekanisme
psikofisiologis
mengacu
pada
proses
neurologis
dan
psikologis
yang
terlibat
dalam
pengimplementasian
bahasa
sebagai suatu fenomena fisik. Karena kegiatan berbahasa dapat dilakukan secara
produktif
maupun reseptif, keterampilan berbahasa yang berbeda diperlukan untuk
setiap
salurannya atau keperluannya. Didalam penggunaan bahasa
reseptif, keterampilan
auditoris dan visual digunakan, sedangkan dalam penggunaan produktif, keterampilan
yang memerlukan gerak otot dan syaraf (neuromuscular) diperlukan.
Berikut ini
terlampir
skema
komponen
kemampuan
bahasa
komunikatif
dalam
penggunaan bahasa komunikatif. Skema tersebut
menunjukkan
hubungan antara struktur
pengetahuan
(pengetahuan
tentang
dunia)
dan
kompetensi
bahasa
(pengetahuan tentang
bahasa)
yang
menciptakan
Kompetensi
strategis. Kompetensi
strategis
memiliki
hubungan
timbal
balik
dengan
Mekanisme
Psikofisiologis. Selain dengan kompentensi
strategis, mekanisme psikofisiologis
juga
memiliki
hubungan
timbal
balik
dengan
konteks situasi.
|