|
-
Value At Risk
Konsep
VAR
berdiri
di
atas
dasar observasi
statistik
atas
data-data
historis dan relatif dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang bersifat
obyektif. VAR mengakomodasi kebutuhan untuk mengetahui potensi
kerugian
atas exposure tertentu. Exposure
adalah obyek yang rentan
terhadap risiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila risiko
yang diprediksikan benar-benar terjadi.
Exposure
yang
paling
umum
berkaiatan dengan ukuran keuangan, misalnya harga saham, laba,
pertumbuhan penjualan, dan sebagainya.
-
Stress Testing
Salah satu keterbatasan konsep VAR adalah bahwa VAR hanya
efektif
diterapkan
dalam kondisi
pasar
yang
normal.
Konsep
Stress
Testing memberikan jawaban untuk
masalah
yang
menyebabkan
runtuhnya pasar (unexpected event).
Konsep
ini
adalah
sebuah
rangkaian proses eksplorasi, mempertanyakan, dan berpikir tentang
kemungkinan-kemungkinan (khususnya terkait dengan risiko) pada
saat terjadinya sesuatu yang dianggap tidak mungkin
terjadi.
Didalam konsep Stress Testing dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a)
Menyusun beberapa skenario (terjadinya unexpected event)
b)
Melakukan revaluasi risiko atas portfolio
c)
Menyusun kesimpulan atas skenario-skenario tersebut
-
Back Testing
Suatu model hanya berguna jika model tersebut dapat menerangkan
realitas yang terjadi. Demikian pula dengan model pengukuran risiko.
|