Home Start Back Next End
  
15
banyak   kegiatan   fisik,   seperti   olahraga   dan   instrumen   musik,   sulit
disampaikan melalui e-lea®ning secara sempurna.
2.2.5 Analisa E-Learning
Menurut Effendi
dan
Zhuang
(2005,p26)
analisa
yang
dilakukan kurang
lebih
sama
dengan analisa
SWOT (Strengths-Weakness-Opportunities-Threats).
Jika
analisa
SWOT
membagi
analisa
berdasarkan
efeknya
terhadap
strategi,
maka strategi e-learning
akan
membagi analisa
berdasarkan
faktor-faktor
yang
dapat mempengaruhi
strategi. Namun
pada
pelaksanaannya,
setelah analisa
berdasarkan
faktor-faktor
dilakukan,
hasilnya
dapat
disusun
berdasarkan
efek.
Bila
hasil
analisa
suatu
faktor
menunjukkan
hasil
positif
bagi
penerapan e-
learning, maka
hasil
tersebut
dapat
dimasukkan
dalam
strength
atau
opportunity. Dengan
demikian,
analisa
untuk
strategi
e-learning
sebenarnya
selaras 
dan 
searah 
dengan 
analisa 
SWOT 
yang 
banyak 
dilakukan 
oleh
organisasi. Faktor-faktor yang dianalisa adalah:
1.
Kebutuhan Organisasi
Analisa
kebutuhan organisasi akan melihat keadaan
organisasi sekarang
dan
apakah  keberadaan  e-learning
dapat  memberikan  dampak  positif.  Akan
terlihat
pula ekspektasi
manajemen
terhadap
peran
pelatihan
di
organisasi
dan  bagaimana
e-learning membantu
pencapaiannya.  Sangat  dibutuhkan
jalinan
komunikasi
yang
kuat
dengan
pihak manajemen
untuk
mendeskripsikan
tujuan yang
ingin
dicapai
organisasi.
Dalam melakukan
analisa
kebutuhan
organisasi
untuk
pelatihan
dan
e-learning, ada
beberapa
hal yang perlu dicermati, yaitu:
a.
Tujuan Organisasi
b.
Perubahan Teknologi
c.  Struktur Organisasi
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter