Home Start Back Next End
  
79
7.
Cocokkan
kekuatan
internal
dengan
ancaman
eksternal,
dan
catat
hasilnya
pada sel Strategi ST.
8.
Cocokkan
kelemahan
internal
dengan
ancaman
eksternal,
dan
catat
hasilnya
pada sel Strategi WT.
Tujuan dari masing – masing alat pencocokan adalah untuk menghasilkan strategi-
strategi
alternatif
yang
masuk
akal,
bukan
untuk
memilih
atau
menentukan
strategi
mana
yang
terbaik. Oleh
karena itu, tidak semua strategi
yang dikembangkan dalam Matriks SWOT
akan dipilih untuk diterapkan.
Walaupun
matriks
SWOT
digunakan secara
luas
dalam
perencanaan
strategis,
analisis tersebut memiliki beberapa kekurangan. Pertama, SWOT
tidak menunjukkan cara
untuk
mencapai
suatu
keuntungan
kompetitif. Matriks
itu
harus
dijadikan titik
awal
untuk
diskusi
menegnai
bagaimana
strategi
yang diusulkan
dapat
diterapkan
serta
berbagai
pertimbangan
biaya
-
manfaat
yang pada akhirnya
dapat
mengarah
pada
keunggulan
kompetitif.
Kedua,
SWOT merupakan penilaian yang
statis
(atau
terpotong-potong)
dan
tunduk
oleh waktu.
Matriks
SWOT
bisa
jadi seperti memperlajari sebuah gambaran
film
di
mana
bisa
melihat
pemeran
utama
dan
penataannya
(setting)
tetapi
tidak
mungkin
dapat
memahami alur
ceritanya.
Ketiga,
analisis
SWOT
bisa
membuat
perusahaan memberi
penekanan
yang
berlebihan
pada
satu
faktor
internal
atau eksternal
tertentu
dalam
merumuskan strategi. Terdapat interaksi di antara
faktor-faktor internal dan eksternal utama
yang tidak ditunjukan dalam SWOT namun penting dalam penggunaan strategi.
2.12.2.2 Matriks Posisi Strategis dan Evaluasi Tindakan (SPACE)
Menurut
David
(2009,
pp332-336), Matriks
Posisi
Strategis
dan
Evaluasi
Tindakan
(Strategi Position and
Action Evaluation -
SPACE),
alat
pencocokan
Tahap
2
penting
yang
lain, 
dilakukan 
di 
Table 
2.6. 
Matriks 
ini 
merupakan 
kerangka 
empat 
kuadrat 
yang
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter