|
17
mungk in
ak an
mendapat
serangan balasan,
seperti
menurunk an harga,
meningk atk an
kualitas,
menambah fitur,
meny ediak an jasa,
memperpanjang
garansi dan meningk atk an ik an.
lan.
2.
Kemungk nan Masuk ny a Pesaing Baru
inan Masuk ny a Pesaing Baru
Ketik a
perusahaan
baru
dapat
dengan
mudah
masuk
k
e
dalam
industri
tertentu,
intensitas persaingan antar perusahaan meningk at. Tetapi, hambatan untuk masuk ,
dapat mencangk up k ebutuhan
untuk
mencapai sk ala ekonomi dengan
cepat,
k
ebutuhan untuk
mendapatk an teknologi
dan pengetahuan khusus,
kurangny a
pengalaman,
tingginy a k esetiaan
pelanggan, k uatny a preferensi
merek ,
besarny a
k
ebutuhan
ak an
modal,
k
urangny a
jalur
distribusi y ang
memadai,
peraturan
pemerintah,
tarif,
k
urangny a
ak ses
terhadap
barang
mentah, k epemilik an
paten,
lok asi y ang kurang menguntungk an, serangan balasan dari perusahaan y ang sudah
mapan dan potensi k ejenuhan pasar.
3. Potensi Pengembangan Produk Substitusi
Dalam bany ak
industri, perusahaan
bersaing
dek at dengan
produsen
produk
substitusi dalam industri y ang berbeda. Keberadaan produk
substitusi menciptak an
batas harga tertinggi y ang dapat dibebank an sebelum k onsumen
beralih k e produk
substitusi. T ek anan k ompetisi y ang berasal dari produk substitusi meningk at sejalan
dengan
menurunny a harga relatif dari produk
substitusi dan
sejalan
dengan
biay a
konsumen
untuk
beralih
k
e
produk
lain
menurun,
cara
terbaik
untuk
mengukur
k
ek uatan k ompetitif produk
substitusi adalah dengan memantau pangsa pasar y ang
didapat oleh produk -produk tersebut, juga dengan
memantau
rencana perusahaan
untuk meningk atk an k apasitas dan penetrasi pasar.
4.
Kek uatan Tawar-menawar Penjual/Pemasok
Kek uatan tawar-menawar pemasok mempengaruhi
intensitas persaingan dalam
suatu
industri, k hususny a
k
etik a
ada
sejumlah
besar
pemasok , k etik a hany a
ada
|