|
25
strategi y ang dik embangk an dalam Matrik s SWO T
ak an
dipilih
untuk
diterapk an.
2.7.2.2
Matrik s Internal-External (IE)
Menurut
Dav d (2009,
id (2009,
p344),
memosisik an berbagai
div si
isi
suatu
organisasi
dalam
tampilan
sembilan sel, y ang di
ilustrasik an dalam
gambar
diatas.
Matrik s IE
serupa dengan
Matrik s BCG
dalam pengertian
bahwa k edua
alat
tersebut
menempatk an
div si-div si
isi-div si
isi
organisasi
dalam
sebuah
diagram
sistematis;
itulah
alasan
mengapa k eduany a disebut
mat®ix po®tofolio.
Selain
itu, uk uran
setiap
lingk aran
menunjuk an
persentase hasil penjualan
dari setiap
div si baik dalam Matrik s BCG maupun Matrik s IE.
isi baik dalam Matrik s BCG maupun Matrik s IE.
Matrik s IE didasark an pada dua dimensi k unci y aitu skor bobot IF E total
pada
sumbu
x
dan
skor
bobot
EF E
total
pada
sumbu
y
.
Ingat k embali
bahwa
setiap div isi dalam suatu organisasi harus membuat Matrik s IF E dan Matrik s EF E
dalam k aitanny a dengan organisasi. Sk or
bobot total y ang
diperoleh dari div isi-
div isi tersebut memungk ink an
susunan
Matrik s IE
di tingk at perusahaan. Pada
sumbu
x
di Matrik s
IE, sk or bobot IFE
total 1,0
sampai 1,99 menunjuk an posisi
internal
y
ang
lemah;
sk or
2,00
sampai
2,99
dianggap
sedang;
dan
sk or
3,0
sampai 4,0 adalah k uat. Serupa denganny a, pada sumbu y , skor bobot EF E total
1,0
sampai
1, 99
dipandang
rendah;
sk or
2,00
sampai
2,99
dianggap
sedang;
dan skor 3,0 hingga 4,0 adalah tinggi.
2.7.3 T ahap Keputusan
Menurut
Dav id (2009,
p349),
analisis
dan intuisi
menjadi
landasan bagi
pengambilan
k
eputusan
perumusan
strategi.
Tek nik-tek nik
pencocok an
y
ang
baru
saja
dibahas
memapark an
berbagai
alternatif
strategi
y
ang
bisa
ditempuh.
Bany ak
|