|
42
3.
Experiencing
Ev angelism
Pelanggan
y
ang
digambark an
sebagai
indiv dual
idual
experience, menginteg®asik an
brand perusahaan
k
e
dalam
k
ehidupanny a.
Pada
tahap
ini pelanggan
menjadi
seorang
ev angelist
y
aitu
seorang
pelanggan y ang
meny ebarluask an
suatu
produk
atau
brand.
Merek a
mendapatk an
suatu
pengalaman
dan
mendapatk an
suatu
nilai
k
epuasan
y
ang
besar
terhadap
suatu
produk
sehingga
tidak
dapat
menunggu
untuk
dapat
membagik an
cerita
tersebut k epada
teman
dan
rek an
k
erja merek a.
2.8.4
Tahap
4
:
Crafting
the
Custo mer
Interface
(Membangun
Hubunga n
A
ntarmuk a dengan Pelanggan)
Menurut
Mohammed
et.
al
(
2003,
p161-162),
untuk
merancang
tampilan,
digunak an k erangk a k erja 7C y aitu cara utama untuk mengidentifik asik an tantangan-
tantangan
perancangan tampilan
utama y ang
dihadapi k etik a
mengimplementasik an
model bisnis. Berik ut adalah difinisi dari 7C :
Context mencangk up : estetik a dan fungsional look and feel.
Menek ank an pada
bagaimana
sebuah website
dirancang
baik
secara
estetik
maupun
fungsional.
Secara
estetik
berarti
menggambark an
k
arak teristik
v
isual
dari website
seperti warna, grafik , foto, pemak aian
huruf. A da 2 kunci dimensi
dari
context, y aitu :
o Fungsional
Situs y ang
didesain
dengan baik dibangun
dengan
mengorganisasik an
semua
informasi
k
edalam
k
elompok -k elompok
halaman
dan
meny ediak an
nav igasi y ang
efek tif
dari halaman
k
e
halaman.
Tiga
fak tor k ritik al dalam
lay out situs y aitu
:
(1) Se©tion B®eak down; (2)
Link ing Structure; dan
(3)
Nav gation tools.
igation tools.
|