![]() 41
mungkin
dengan
menggunakan
presentase,
rasio,
dan
perbandingan jika
dimungkinkan.
2. Berilah
pada setiap
faktor
tersebut
bobot
yang berkisar
dari 0,0
(tidak
penting)
sampai
1,0
(sangat
penting).
Terlepas
dari
apakah
faktor
utama
itu
adalah
kekuatan
atau
kelemahan
internal,
faktor-faktor
yang dianggap
memiliki
pengaruh
paling
besar
terhadap
kineija
organisasional
harus
diberi
bobot
tinggi.
Jumlah
seluruh
bobot
yang
diberikan
pada
faktor
itu
harus sama
dengan
1,0.
3.
Berilah
peringkat
antara
1 sampai
4
pada
setiap
faktor
internal
utama
untuk
mengidentifikasi apakah
faktor tersebut sangat
lemah
(peringkat
=
1),
lemah
(peringkat
=
2),
kuat
(peringkat
=
3),
atau
sangat
kuat
(peringkat
=
4).
Perhatikan
bahwa kekuatan
harus
mendapat
peringkat
3
atau 4 dan kelemahan
harus
mendapatkan peringkat
1
atau
2.
4. Kalikan
bobot
setiap
faktor
dengan
peringkatnya
untuk
menentukan
skor
bobot.
5. Jumlahkan
skor
bobot
untuk
setiap
variabel
guna
menentukan
skor
bobot
total
untuk
organisasi.
Tabel2.2 Matriks
Internal Factor Evaluation (!FE
Matrix)
FAKTOR INTERNAL
BOBOT
PER.ll"GKAT
RATA-RATA
TERTIMBANG
Kekuatan
Kelemahan
Total
Sumber: Davzd, 2009, p231
Berapapun
banyaknya
faktor
yang
dimasukkan
dalam
matriks
IFE,
total rata-rata
tertimbang berkisar
antara
terendah
1,0
dan tertinggi
4,0
dengan
rata-rata
2,5.
Total
rata-
rata
tertimbang
dibawah
2,5
menggambarkan
organisasi
yang
lemah
secara
internal,
|