|
45
2.2.2
Motorola's Six
Sigma Control Quality Control
Banyak
sistem
manajemen
kualitas
lain
yang
hanya
menekankan
pada
upaya
peningkatan
terus-menerus
berdasarkan
kesadaran mandiri dari
manajemen,
tanpa
memberikan solusi
yang
ampuh
dalam
hal
terobosan
terobosan
yang
harus
dilakukan
untuk
meningkatkan
kualitas
secara
dramatilitik
menuju
tingkat
kegagalan
no!.
Prinsip-prinsip
pengendalian
dan
peningkatan
kualitas
Motorola
mampu
menjawab
tantangan
ini,
dan
terbukti
perusahaan
Motorola
selama
kurang
lebih
10
tahun
setelah
implementasi
konsep
Six
Sigma
telah mampu
mencapai
tingkat
kualitas
3,4
DPMO
(defect
per
million
oopurtunities-
kegagalan
per
sejuta
kesempatan).
Pengalaman
di
Amerika
Serikat menunjukkan
bahwa
apabila
perusahaan
mulai
menerapkan
dan
memfokuskan seluruh
sumber
daya
pada
konsep
Six
Sigma,
ia akan
memperoleh hasil-hasil
berikut
:
(Gaspersz,
2002,
p3)
Terjadi peningkatan
!-sigma
dari
3-sigma menjadi 4-sigma
pada
tahun
pertama.
Pada tahun
kedua,
peningkatan teijadi
4-sigma
menjadi
4,7-sigma.
Pada
tahun
ketiga,
peningkatan teijadi
4,7-sigma menjadi
5-sigma.
Pada tahun
kedua,
peningkatan teijadi
5-sigma
menjadi
5,!-sigma
Pada tahun-tahun selanjutnya, peningkatan
rata-rata
adalah
0,1-sigma
sampai
maksimum
0,15-sigma
setiap
tahun.
Perusahaan-perusahaan
kelas
dunia
yang
sangat
peduli
terhadap
kualitas
membutuhkan
waktu
rata-rata
10 tahun
untuk
beralih
dari
tingkat
|