|
46
(3,4
DPMO), yang berarti
harus teijadi
peningkatan
sekitar
66.810/3,4
=19.650
kali selama 10
tahun
atau secara
rata-rata
sekitar
1965
"peningkatan" setiap
tahun.
Peningkatan dari
3-sigma
sampai
4,7-sigma
memberikan
hasil
mengikuti
kurva
eksponensial
(mengikuti
deret
ukur),
sedangankan peningkatan,
sedangkan
peningkatan
dari
4,7-sigma sampai
6-sigma
mengikuti
kurva
linear
(mengikuti deret
hitung).
2.2.3
Pengertian
Six
Sigma
Menurut
Pande
et al.
(2002,
pxi),
Six
sigma
adalah
sebuah
sistem
yang
komprehensif
dan fleksibel
untuk
mencapai,
mempertahankan,
dan
memaksimalkan
sukses
bisnis.
Six Sigma
secara
unik dikendalikan
oleh
pemahaman
yang
kuat
terhadap
kebutuhan
pelanggan,
pemakaian
yang
disiplin
terhadap
fakta,
data,
dan
analisis
statistika
dan
perhatian
yang
cermat
untuk
mengelola, memperbaiki, dan
menanarnkan kembali proses
bisnis.
Kata
sigma
adalah
istilah
yang
secara
statistik
berarti
standar
deviasi
yang
menggambarkan
seberapa
jauh variasi
proses
dari
nilai
rata-ratanya
dalam
arah
positif
dan
negatif.
Sigma
merupakan
ukuran
statistik
mengenai
variabilitas
sekitar
rata-rata.
Six
sigma
merupakan
suatu
visi
peningkatan
kualitas
menuju
target
3,4
kegagalan
per
sejuta
kesempatan
(DPMO)
untuk
setiap
produk
(barang
ataupun jasa).
Adapun
istilah-istilah yang
terkait dengan metode
six
sigma,
yaitu
:
(Gaspersz, 2002,
p6)
|