![]() 78
...
,
pOrryObtob Y""l
2.
Setiap akibat
mempunya.I
paling sedikit dua
penyebab
dalam
bentuk:
a.
Penyebab
yang
dapat
dikendalikan (controllable causes).
Penyebab
yang
dapat
dikendalikan
berarti
penyebab
itu
berada
salam
lingkup
tanggung
jawab
dan
wewenang
kita
sehingga
dapat
diambil
tindakan
(actionable) untuk
menghilangkan
penyebab itu.
b.
Penyebab
yang
tidak
dapat
dikendalikan (uncontrollable
causes).
Penyebab yang
tidak
dapat
dikendalikan dibedakan
menjadi
Penyebab
yang
dapat diperkirakan (predictable
causes)
sehingga
memungkinkan kita
untuk
mengantisipasi
dan
mecegahknya
Penyebab
yang
tidak dapat
diperkirakan karena belum
ada
referensi atau
pengetahuan tentang
kejadian sebelumnya.
j
AI<IIJAT
I
Oloebabloon Olell
-P<>rrvol>"": SokJsl
(Tin<lllkan):
Mctnolri"""""" "'""
ponyebal>
a 'pon1o Y""ll I>"
I dl........-.. ,
,
'·
<.
DQIIa<llod!o"""..._....,
le<t1a...
..
<lp<lf""""""'
l
<Uop<ot
'·
L
--i...
"= ;:.:=. ;
Solual
(Tin-nl:7?7???7'
Sumber: Gaspersz, 2002
|