Home Start Back Next End
  
14
Tuan rumah yang mengadakan acara tersebut memulai sambah. Sambah adalah
pantun atau kiasan yang dengan kata-kata halus, untuk memberitahukan maksud
dan tujuan tuan rumah mengundang orang-orang yang terlibat dalam Bajamba
tesebut. Dan meminta izin untuk menghidangkan makanan/ Jamba.
Menghidangkan Jamba
Menghidangkan jamba dilakukan oleh Janang. Janang ini adalah orang sumando
yang dipilih dari tuan rumah tersebut. Cara penghidangan yang dilakukan oleh
Janang diperhatikan benar-benar oleh Ninik Mamak, karena setiap kesalahan
yang Janang lakukan benilai buruk bagi tuan rumah tersebut. Dari dia
berpakaian, jalan dan dalam penghidangan makanan menjadi simbol cara
mempersilahkan tamu. Maka dari itu, Janang dipilih tidak sembarangan, tetapi
dilihat sesuai kemampuannya. Janang membawa semua makanan dalam piring-
piring kecil yang disusun di kedua tangannya. Adapun dalam beberapa daerah di
Minangkabau. Makanan tersebut sudah diatur sebelumnya diatas dulang yang
besar, jadi Janang tersebut hanya membawa dulang tersebut di kedua tangannya.
Sambah Makan
Sambah makan dilakukan untuk mempersilahkan tamu- tamu yang diundang
untuk makan, akan tetapi dalam sambah ini Ninik Mamak yang dituakan menyela
dengan pantun atau kiasan yang halus, jikalau Ninik Mamak menemukan
kesalahan yang dilakukan oleh Janang dari tata krama dia menghidangkan
makanan tersebut, Pantun atau kiasan itu akan dibalas oleh Sipangka  atau tuan
rumah untuk mempertahankan harga dirinya atau memaklumkan perbuatan salah
yang dilakukan oleh Janang tersebut. Sambah hanya dilakukan antara 2 belah
pihak, yaitu Ninik Mamak yang dituakan dan tuan rumah.Kadang-kadang yang
terjadi dalam sambah makan ini, misalnya acara dimulai pada siang hari, akan
tetapi karena sambah makan ini, memakan hidangan akan dilaksanakan pada
sore hari. Hal ini dilakukan jikalau waktu yang dimiliki oleh tamu bajamba yang
lain cukup banyak. Tidak tertutup kemungkinan, jika salah satu tamu bajamba
tidak memiliki waktu yang cukup banyak, tamu yang merupakan datuk tersebut
itu akan memotong pembicaraan antara kedua belah pihak sebagai penengah
mereka berdua. Tamu tersebut tidak boleh memihak salah satu pihak. Penengah
tersebut juga harus menggunakan kata- kata kiasan atau pantun untuk
menyampaikan maksudnya.
Makan Jamba
Bajamba akan dimulai jika pantun diakhiri dengan kata “ mari makan”. Yang
sangat terlihat pada saat bajamba ini adalah etika dan tata krama makan oleh
seorang datuk. Ada beberapa etika yang harus dijaga seseorang jika menghadiri
Bajamba, jika etika ini sempat dilanggar akan menjadi aib dari seseorang.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter