Home Start Back Next End
  
BAB 2
Data dan Analisa
2.1 Data dan Literatur
Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung tugas akhir ini berasal dari
beragai sumber yaitu:
1.   Wawancara/ Interview dengan narasumber yang merupakan keturunan minang
(keluarga penulis dan ketua adat minang)
2.   Literatur: buku dan artikel dari media elektronik yang berhubungan dengan
masakan minang
3.   Pengamatan langsung dari lapangan
2.2 Minang
2.2.1 Sejarah Minang
Sejarah Minang berawal dari Raja Iskandar Zulkarnain yang memiliki tiga orang
putera, seorang dinamakan : Sultan Maharaja Alif, seorang yang bernama Sultan
Maharaja Depang, dan seorang lagi bernama Sultan Maharaja Diraja. Ketika ketiga-
tiganya dewasa Baginda Iskandar berwasiat kepada ketiganya sambil menunjuk- nunjuk
seakan-akan memberitahukan kearah itulah mereka harus berangkat untuk melanjutkan
kekuasaannya.
Kepada Maharaja Depang ditunjuk arah ke negeri Cina. Dan kepada putera yang
bungsu yakni Maharaja Diraja ditunjuk ke arah kepulauan didaerah Khatulistiwa di
sebelah selatan.
Setelah Raja Iskandar wafat masing- masing putera itu berangkatlah menuju
daerah yang sudah ditunjukan oleh ayahnya.
Maka dibuatlah persiapan- persiapan dan berlayarlah ketiga anak raja itu.
Maharaja Diraja membawa mahkota yang bernama mahkota sanggahana, Sultan
Maharaja Depang membawa semacam senjata yang bernama jurpa tujuh menggang
kanai sumbing seratus tigapuluh namanya. Dan Sultan Maharaja Alif membawa
senjata keris yang bernama keris sempana ganja iris, akan tetapi helai tiga pucuk itu
jatuh kebumi dan sepucuk kembali kepada asalnya jadi mestikah, sepucuk lagi menjadi
pedang bernama Sabillulllah.
Maka berlayarlah bahtera yang membawa ketiga orang putera menuju ke timur,
menuju pulau Langkapuri. Dan setiba di tengah lautan Baharullah dekat pulau Sailan,
timbul niat buruk di hati dua anak raja. Maharaja Depang dan Raja Alif meminta supaya
3
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter