|
27
2.4 S.W.O.T.
2.4.1 Strenght (kekuatan)
Belum ada buku mengenai teh yang dijual beserta perlengkapan untuk
meminum teh beserta contoh-contoh teh dari perkebunan teh berkualitas.
Buku
teh
ini
didesain
dengan
merangsang
indera
pembaca
sehingga
pembaca dapat merasakan hubungan yang emosional dengan buku ini.
Lidah masyarakat Indonesia yang cocok dengan minuman teh.
2.4.2 Weakness (kelemahan)
Rendahnya apresiasi masyarakat terhadap minuman teh.
Masyarakat
lebih
memilih
sesuatu
yang
praktis
seperti
teh
dalam
kemasan
seperti botol ataupun kotak.
2.4.3 Opportunity (peluang)
Kedai-kedai
teh
kini
mulai
berkembang
di
Indonesia
seiring
dengan
merebaknya cafe-cafe di Indonesia.
Konsumen memiliki minat yang besar terhadap minuman teh.
Sebagai
penghasil
teh
dengan
peringkat
ke-7
dunia,
Indonesia
memiliki
kesempatan
untuk
melebarkan
pasar komoditas
teh
dengan
meningkatkan
penjualan teh pada pasar domestik.
Masih
sedikitnya
buku
mengenai
teh.
Buku-buku
teh
yang
ada
pun
terlalu
rumit
karena
menggunakan
istilah-istilah
yang kurang
familiar
dan kurang
cocok untuk pemula yang ingin membelajari mengenai teh
Tingginya tingkat membaca konsumen (berdasarkan hasil survey, lihat
bab2)
2.4.4 Threat (ancaman)
Harga
teh
yang
cenderung
tinggi
karena
sudah
dilabel
oleh
perusahaan
luar, padahal asal teh tersebut dari Indonesia pula.
Keberadaan kebun teh di Indonesia yang kini mulai digusur .
Anggapan
negatif
serta
rumor-rumor
yang
berkembang
di
masyarakat
bahwa teh itu berbahaya untuk kesehatan.
|