![]() 26
c) Secara
perorangan,
masing-masing
anggota
organisasi
boleh
jadi
menjadi
seorang
pencipta budaya baru (culture creator) dengan mengembangkan berbagai cara untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan individu seperti persoalan identitas diri, kontrol,
dan
pemenuhan
kebutuhan
serta
bagaimana
agar
bisa
diterima
oleh
lingkungan
organisasi yang diajarkan oleh generasi penerus.
Filosofi pendiri
organisasi
Kriteria
seleksi
Manajemen
puncak
Sosialisasi
Budaya
organisai
Sumber: Robbins (2002)
Gambar 2.2 proses pembentukan budaya organisasi
Gambar proses pembentukan budaya organisasi diatas menunjukkan bahwa,
budaya diturunkan
dari filsafat pendirinya. Selanjutnya budaya itu akan
mempengarui
Kriteria
yang
digunakan
dalam
mempekerjakan
pegawai.
Tindakan
dari manajemen puncak menentukan iklim umum dari perilaku yang dapat diterima
baik
dan
yang
tidak.
Bagaimana
bisa
disosialisasikan akan
tergantung
pada
tingkat
sukses
yang dicapai
dalam
mencocokan
nilai-nilai
pegawai
baru
dengan
nilai-nilai
organisasi.
2.3.3 Fungsi Budaya Organisasi
Veithzal
Rivai
menjabarkan
beberapa
fungsi organisasi dalam
bukunya
Kepemimpinan
dan
perilaku
Organisasi
(2008,
p432),
di
mana
budaya
organisasi
melakukan sejumlah fungsi di dalam sebuah organisasi, yaitu:
|