|
112
terhadap resiko. Oleh
karena itu peran
kepercayaan akan sangat berdampak pada
kesehatan
keuangan
perusahaan.
dengan
keuangan
yang
tidak sehat,
perusahaan akan
kesulitan
untuk
memenuhi
kebutuhan
konsumennya.
Sehingga
dampaknya adalah
perusahaan tidak dapat bertahan lagi dalam bisnisnya.
Southern (2005) menyatakan dalam kegiatan bisnisnya perusahaan perlu berkolaborasi
dengan
berbagai
pihak
(seperti
konsumen,
karyawan,
dan
patner
bisnis
lainnya).
Menurutnya hal ini dilakukan untuk
dapat menciptakan nilai
yang berkelanjutan (sustainable
value).
Untuk
itu
kuncinya
adalah
membangun
kepercayaan
antara
perusahaan
dengan
patner
bisnisnya.
Southern
(2005,
p46)
menyarankan
untuk membangun kepercayaan
diantara
pihak
perlu adanya guanxi (hubungan
yang berlandaskan saling menghormati dan
saling
menghargai
diantara
rekan
kerja),
tanggung
jawab
bersama antar pihak, saling
berbagi,
dan saling
menciptakan ilmu
pengetahuan secara bersama.
Sehingga
dengan
melaksanakan
hal
tersebut akan
terjalin
kesepahaman antar
pihak (Mutual Comprehension)
dan berdampak pula pada kerja sama yang saling menguntungkan.
Paul
(2005)
menyatakan
bahwa
nilai
yang
sejati
hanya
dapat
diciptakan oleh
perusahaan melalui
kejujuran,
keadilan, dan integritas,
yang merupakan elemen pembentuk
kepercayaan, artinya selama tidak adanya
kepercayaan
maka
penciptaan
nilai
bagi
perusahaan sifatnya hanya sementara.
Urban
et.al
(2000,
p48)
mengemukakan
kepercayaan
sebagai
sumber
daya
paling
bernilai
bagi
perusahaan,
karena
kaitannya dengan
keberhasilan
perusahaan
dimasa
mendatang,
sehingga
kepercayaan
sebagai
syarat mutlak
untuk meningkatkan
nilai
bagi
perusahaan.
Zak
dan
Knack
(2001)
Menemukan
hubungan
antara
kepercayaan
dengan
kinerja
ekonomi.
Dia
mengungkapkan
jika
lingkungan
kepercayaan
rendah,
maka
investasi yang
berkembang
sedikit,
demikian
juga
sebaliknya
jika
lingkungan
kepercayaan
tinggi,
maka
|