|
34
2.1.3.6
Mempertahankan
Keberlangsungan
Progam
Corporate
Social
Responsibility.
Radyati (2008,
pp73-74)
menjelaskan kiat-kiat yang
diberikan
oleh
peserta
untuk
tetap
dapat mempertahankan keberlangsungan progam CSR
yang
telah diterapkan oleh
perusahaan, diantaranya :
1. Jangan memberikan uang kepada
komunitas, tetapi beri mereka bekal
pengetahuan
melalui pelatihan-pelatihan
2. Melatih
kader-kader
penerus
kegiatan
CSR,
yang
disebut
dengan
duplikasi
kader-
kader
kepemimpinan
atau
cloning
kader.
Kepemimpinan
informal
diciptakan,
dapat
berasal
dari
dalam
perusahaan
(karyawan),
atau
dari
luar,
seperti
tokoh
pemuda
atau tokoh masyarakat. Misalnya pada Unilever, mereka mendidik kader yang
disebut dengan "environmental ©adre"
3. Progam
CSR
yang
sudah
berhasil
dapat
dijadikan
proyek
percontohan
untuk
diterapkan didaerah lain, tetapi harus disesuaikan dengan kearifan lokal pada daerah
tersebut. Hal ini
disebabkan
karakteristik
masyarakat
disuatu
daerah
belum tentu
sama
dengan
daerah
lain.
Contohnya
pada
progam duplikasi
yang
dilakukan
oleh
Unilever dari Surabaya yang dibawa ke Jakarta, ternyata keberhasilan di jakarta tidak
sebesar keberhasilan
di Surabaya. Hal ini disebabkan karakteristik komunitas Jakarta
berbeda dengan Surabaya.
2.1.4
Good Corporate Governance
2.1.4.1 Definisi Good Corporate Governance
Good
Corporate Governance atau
GCG
(Kaihatu,
2006,
p9) merupakan
sistem
yang
mengatur
dan
mengendalikan
perusahaan
guna
menciptakan
nilai
tambah
(value
added)
untuk semua
stakeholder.
Konsep ini menekankan pada dua hal
yakni, pertama, pentingnya
|