Home Start Back Next End
  
14
stakeholder),
tidak
termotivasi
pada
materi
dan
uang
akan
tetapi
pada
keinginan
untuk
mengaktualisasi
diri,
dan
mendapatkan
kepuasan dari
pekerjaan
yang
digeluti,
serta
menghindari konflik kepentingan dengan stakeholde®-nya.
Lebih
lanjut
lagi,
menurut
Helena
dan
Therése
(2005,
p9)
didalam
teori stewardship,
manajer akan melakukan upaya
demi mendapatkan
kepercayaan publik. Hal ini didasari pada
prinsip
bahwa
manajer
memiliki
tanggung
jawab yang
besar
untuk
mengelola
sumber
daya
yang
ada
dengan
cara
yang
bijak
untuk kepentingan
masyarakat luas.
Para
manajer tidak
akan  bertindak  untuk  kepentingannya  sendiri,  akan  tetapi  bertindak  untuk  kepentingan
semua
pihak,
dan
mereka
(para
manajer)
percaya, apabila
mereka
telah
bertindak
untuk
kepentingan yang lebih luas, maka secara pribadi kebutuhan mereka pun telah terpenuhi.
Dari
kedua
teori
diatas,
maka
dapat
setiap aktivitas
bisnis
para
manajer
seharusnya
memmperhatikan
dampaknya
bagi
pihak
lain.
Hal
ini
dikarenakan
perusahaan adalah
suatu
organisasi sosial, artinya dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya selalu melibatkan berbagai
pihak,  yaitu  para  stakeholder. Untuk  itu  manajer  perlu  mempertimbangkan  dampaknya
terhadap
mereka,
karena
jika
diabaikan perusahaan akan
kehilangan
kepercayaan
mereka,
didalam bisnis kepercayaan penting dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan, yang
pada akhirnya berdampak pada nilai jangka panjang.
2.1.3     
Corporate Social Responsibility
2.1.3.1  
Definisi Corporate Social Responsibility
Yang menarik disini adalah sebagai sebuah konsep
yang makin popular dalam beberapa
dekade
ini,
ternyata
corporate social
responsibility
belum
memiliki
definisi
yang
universal.
Sehingga
ada
beberapa pendapat
dari
berbagai
sumber
yang
menjelaskan
mengenai
pengertian dari Corporate social responsibility, berikut kutipan pendapatnya.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter