|
75
secara
mendalam
dan
jumlah
respondennya
sedikit
(Sugiyono,
2004,
p130).
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur.
a.
Wawancara terstruktur. Digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila
peneliti
atau pengumpul
data telah mengetahui
dengan
pasti tentang
informasi
yang
akan
diperoleh.
Oleh karena
itu
dalam
melakukan
wawancara,
pengumpul
data
telah menyiapkan instrument
penelitian
berupa
pertanyaan-pertanyaan
tertulis
yang alternative
jawabannya
pun
telah
disiapkan.
Dengan
wawancara
terstruktur
ini
ini
setiap
responden
diberi
pertanyaan
yang
sama,
dan
pengumpul data mencatatnya (Sugiyono, 2004, p130).
b. Wawancara tidak terstruktur. Merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak
menggunakan
pedoman
wawancara
yang
telah
tersusun secara
sistematis
dan
lengkap
untuk
pengumpulan
datanya. Pedoman wawancara
hanya
berupa
garis
besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2004, p132).
2. Kuesioner.
Merupakan
teknik
pengumpulan
data
yang
dilakukan
dengan
cara
member seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
(Sugiyono, 2004, p135). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien
bila
peneliti tahu
dengan pasti
variabel
yang
diukur
dan
tahu
apa
yang
bisa
diharapkan dari
responden, selain itu kuesioner
juga
cocok
digunakan bila
jumlah
respondennya
cukup
banyak
dan
tersebar diwilayah
yang
luas
(Sugiyono,
2004,
p135). Menurut Uma sekaran (Sugiyono, 2004, p135) mengemukakan beberapa
prinsip
dalam
penulisan kuesioner yaitu:
prinsip
penulisan,
pengukuran,
dan
penampilan fisik.
1. Prinsip
penulisan
kuesioner.
Prinsip
ini
mengandung
beberapa
faktor
yaitu:
isi
dan
tujuan
pertanyaan,
bahasa
yang
mudah
dimengerti,
pertanyaan
tertutup
|