|
81
2.1.7.11
Model Pengukuran Skala
Model
pengukuran
skala merupakan
suatu
prosedur
pemberian
angka-angka
(atau
symbol-simbol lain)
kepada sejumlah ciri objek-objek dengan maksud untuk menyatakan
karakteristik angka
pada
ciri-ciri
tersebut
(Cooper
dan
Emory,
1996,
p181).
Misalnya
memberikan skala angka
kepada berbagai
tingkatan panas dan dingin, dan menyebutnya
thermometer (Cooper dan
Emory, 1996, p181). Ada lima model skala pengukuran,
yaitu
skala
likert,
skala
guttman, skala
semantic differensial, skala
rating,
skala
thurstone.
Berikut penjelasannya:
1. Skala
Likert
digunakan
untuk
mengukur
sikap,
pendapat,
dan
persepsi,
seseorang,
atau sekelompok
tentang
kejadian atau gejala sosial (Riduwan
dan
Kuncoro,
2008,
p20).
Dengan menggunakan skala likert, maka variabel
yang akan diukur
dijabarkan
menjadi
dimensi,
dimensi dijabarkan menjadi subvariabel,
dijabarkan
lagi
menjadi
indikator-indikator yang
terukur
ini
dapat
dijadikan
tolak
ukur untuk
membuat item
instrument
yang
berupa pertanyaan atau
pernyataan
yang
perlu
dijawab oleh
responden (Riduwan dan
Kuncoro, 2008,
p20). Setiap jawaban dihubungkan dengan
bentuk pertanyaan atau dukungan sikap
yang diungkapkan dengan kata-kata
sebagai berikut.
Pernyataan Positif
Pernyataan Negatif
Sangat Setuju (SS)= 5
Sangat Setuju (SS)= 1
Setuju (S)= 4
Setuju (S)= 2
Netral (N)= 3
Netral (N)= 3
Tidak Setuju (TS)= 2
Tidak Setuju (TS)= 4
Sangat Tidak Setuju (STS)= 1
Sangat Tidak Setuju (STS)= 5
|